450 Orang Positif Virus Korona di Indonesia, Dewi Sandra Ingatkan soal Ini
Menurut Dewi, Siapa pun bisa menutup napas kapan pun di mana pun dalam kondisi sehat wal alfiat. “(Pelajaran mahal ini masih terlalu hangat dalam benak and i still really am not over his passing) di sisi lain siapapun juga bisa sembuh total dari “penyakit” yang telah divonis dokter. Pointnya apa ya aku nulis semua ini? To be honest i just need to get stuff off my chest. Im reading lots of things that i myself am gulity of. Im not happy about it... so im just reflecting and asking myself this,” tulisnya.
“Sebelum mengeluh bosan di rumah bayangkan bagaimana rasanya jika diisolasikan? Sebelum complain di rumah jadi gemuk dikit2 makan, dikit2 makan, bayangkan saudara2 kita yang ngga bisa #dirumahsaja karena terpaksa berjuang kerja untuk cari makan? Sebelum protes soal anak2 dan peernya, tatap lagi wajah mereka, if not you than who? Sebelum nonton the next netflix movie or drakor or whatever, bayangkan apa kabar sholat dan ibadahmu yang harusnya diperjuangkan?” tulisnya kembali.
Di akhir tulis, Dewi Sandra mengingatkan untuk senantiasa bersyukur. “4 point ini aja sudah cukup bikin mual karena dari sini sudah terlihat betapa tak bersyukurnya kami... ???????????? mungkin virus ini diturunkan agar kita, yang menulis khususnya berubah... dan bangun... bukanya malah dinina bobokan dan mungkin... mungkin saja virus ini hadir sebagai wake up call... Ku akhiri dgn nasehat sang guru. “Disaat kondisi sulit, bencana atau sedang diuji, maka disitulah kualitasmu akan terlihat.”,” tulisnya.
Editor: Tuty Ocktaviany