5 Fakta Dewi Lestari Pindah Agama Buddha, Mengaku Sempat Jadi Ateis
"Salah satu faktor kenapa gue jadi kayak yang, 'Gue nggak bisa lagi, nih,' karena, lo bayangin, ketika misalnya gue berdoa, itu dengan cepat jawaban datang. Like, even before I finish my sentence, sudah ada yang menjawab," ungkap Dee.
"Sehingga lama-lama gue bingung 'gue ngapain kalau gitu ya' berarti ketika gue mendengarkan orang berkhotbah bahwa ada medium antara lo dan Tuhan. Tapi ketika kita bisa (ngomong) langsung kehadiran medium ini menjadi relevan, dan itu yang membuat gue akhirnya merasa 'mendingan gue kosong dulu deh'," lanjutnya.
Saat dalam kondisi tidak menganut agama apapun itulah Dee justru merasa dekat dengan Tuhan. Hanya saja, menurutnya, ia merasa ada yang hilang dalam hidupnya, yakni kebutuhan untuk memiliki sebuah ritual.
Untuk menghormati keberadaan Tuhan, ia memilih untuk melakukan meditasi dan yoga. Ia kemudian mencari ajaran agama yang paling dekat dengan hal tersebut.
"Kan, di Indonesia ada saat itu lima agama yang diperbolehkan gitu dan waktu itu juga gue sudah baca buku-buku tentang meditasi. Somehow, gue merasa sangat tertarik dengan seni meditasi itu sendiri dan, dari lima agama yang ada, gue merasa yang paling sering gue temui berbicara tentang meditasi atau mendalami meditasi adalah Buddhism," ungkapnya.