686 Orang Positif Virus Corona di Indonesia, Dr Reisa Broto Asmoro Ingatkan soal Ini

Siska Permata Sari · Selasa, 24 Maret 2020 - 18:12 WIB
686 Orang Positif Virus Corona di Indonesia, Dr Reisa Broto Asmoro Ingatkan soal Ini

Dr Reisa Broto Asmoro bicara soal pencegahan virus corona. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Indonesia semakin meningkat dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan data terbaru yang diambil pukul 12.00 WIB per Selasa (24/3/2020), pasien positif virus corona telah mencapai 686.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan kasus baru yang mencapai 107 orang. “Ada penambahan baru 107 orang, sehingga total kasus hari ini menjadi 686," kata Yuri dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Terlepas dari peningkatan jumlah kasus positif setiap harinya, pemerintah dan para tenaga medis telah mengimbau gerakan ‘Di Rumah Aja’ sebagai upaya menekan penyebaran virus corona. Hal tersebut juga diungkapkan Dr Reisa Broto Asmoro dalam talk show tentang pandemi Covid-19 di siaran langsung Instagram.

“Kenapa di rumah aja, karena untuk mencegah pandemi agar tidak semakin meluas. Tujuannya supaya, kalau semua bisa stay di rumah dua minggu aja, kompak dua minggu enggak kemana-mana, diharapkan virus ini akan hilang sendiri,” kata dr Reisa.

Waktu dua minggu tersebut diambil dari masa karantina untuk virus korona yang sifatnya self limiting disease atau bisa sembuh dengan sendirinya.

“Namun perlu diingat bahwa kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda. Jadi lebih baik antisipasi, karena efek yang ditimbulkan dapat berbahaya bagi yang memiliki penyakit penyerta, dan dapat menyebabkan komplikasi,” kata dia.

Tetapi jika terpaksa keluar rumah, dia menyarankan untuk tetap menerapkan social distancing atau pembatasan sosial. Hal ini demi mencegah diri sendiri atau orang lain tertular melalui percikan droplet yang tanpa disadari dapat membawa virus.

“Kalau mau ke luar rumah, lebih baik tetap jaga jarak. Karena ada juga, kasus positif yang tanpa gejala,” ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany