Ade Irawan Meninggal karena Sakit Jantung, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Siska Permata Sari, Okezone ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 22:39 WIB
Ade Irawan Meninggal karena Sakit Jantung, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Mendiang Ade Irawan disemayamkan di rumah duka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka tengah melanda industri hiburan Tanah Air. Setelah Ria Irawan berpulang pada awal Januari lalu, kini aktris senior sekaligus sang bunda Ade Irawan meninggal dunia. Aktris era 1960-an tersebut meninggal di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan pada Jumat (17/1/2020).

Ade Irawan adalah ibunda artis Adhi, Dewi dan Ria Irawan yang mengikuti jejaknya di dunia film. Semasa hidupnya, dia telah membintangi kurang lebih 100 film dan tujuh sinetron.

Berdasarkan informasi yang diterima iNews.id, aktris bernama asli Arzia Dahar ini meninggal dunia lantaran penyakit komplikasi yang dideritanya, salah satunya adalah penyakit jantung. Bahkan, jantung Ade juga telah dipasangi ring.

"Emang ya penyakit tua sudah usia 82, jalan 83 tahun, terus lagi komplikasi. Jantungnya sudah pakai ring, terakhir paru-paru juga sudah terendam, sama seperti Ria kejadiannya," kata anak kedua Ade Irawan, Adi Bambang Irawan, seperti dikutip dari Okezone, Jumat (17/1/2020).

Penyakit jantung memang masih menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang angka penderitanya cukup tinggi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menemukan jika prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen.

Tak hanya itu, perempuan di Indonesia juga lebih banyak menderita penyakit jantung dengan angka prevalensi 1,6 persen. Sedangkan pada pria sedikit lebih rendah yakni 1,3 persen.

Gejala penyakit jantung

Salah satu gejala penyakit jantung yang paling umum di antaranya nyeri dada, tekanan atau ketidaknyamanan yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang timbul. Selain itu, penderita penyakit jantung juga tidak jarang merasakan tekanan di dada atau sesak napas.

Sesak napas ini rupanya juga dirasakan oleh Ade Irawan sebelum dibawa ke rumah sakit. "Awalnya ibu saya masuk rumah sakit dua hari lalu karena sesak napas. Itu kejadian jam 02.20 pagi dan kebenaran adik saya yang tahu langsung bawa ibu ke rumah sakit," tutur Adi.

Faktor risiko

Banyak faktor mengapa seseorang bisa mengalami penyakit jantung. Di antaranya usia, yang mana penuaan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena organ tersebut rusak dan mengalami penyempitan arteri yang dapat melemahkan atau menebalkan otot jantung.

Selain usia, faktor lainnya adalah gender di mana laki-laki lebih rentan. Kemudian riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan faktor stres tidak tertangani.

Editor : Tuty Ocktaviany