Aktivis Serukan Boikot Influencer Pemelihara Hewan Liar, Ini Alasannya!
JAKARTA, iNews.id - Tren memelihara satwa liar dan menampilkannya di media sosial mendapat sorotan dari aktivis perlindungan hewan. Mereka menilai konten semacam itu berisiko membuat kepemilikan satwa liar terlihat sebagai sesuatu yang wajar, bahkan dapat mendorong tren baru di tengah masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Animal March yang digelar di Jakarta, Minggu (4/10/2026), bertepatan dengan Hari Hewan Sedunia. Aksi bertajuk 'Hewan Bisa Merasa, Hewan Punya Kesadaran' itu diikuti 11 organisasi perlindungan hewan dan mengangkat isu kesejahteraan berbagai jenis hewan.
Animal March diselenggarakan atas inisiasi bersama Act For Farmed Animals (AFFA), Animal Friends Jogja (AFJ), Animal Alliance Asia (AAA), Aquatic Initiative for Restoration (AIR), Animal Don’t Speak Human (ADSH), Persatuan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI), 21 Hari Vegan, Dog Meat Free Indonesia (DMFI), JAAN Domestik, Across Species Project Indonesia (ASPI), serta LBH Animal Lawyer Indonesia.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tren kepemilikan dan pemeliharaan satwa liar yang turut dipromosikan melalui media sosial.
Sekretaris sekaligus Advokat LBH Animal Lawyer Indonesia, Amelia Efiliana, mengatakan persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius karena menyangkut perlindungan hewan, pengawasan, hingga regulasi.