Azura Luna, Sosialita Hong Kong Asal Indonesia Diduga Penipu Kelas Kakap

Fajar Adityo Nugroho ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 14:55 WIB
Azura Luna, Sosialita Hong Kong Asal Indonesia Diduga Penipu Kelas Kakap

Azura Luna sosialita Hong Kong asal Indonesian yang disebut melakukan penipuan. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Azura Luna Mangunhardjono menjadi perbincangan setelah dituduh sebagai penipu profesional. Sepak terjang sosok ini terkuak setelah dilaporkan oleh mantan kekasihnya yang merasa ditipu oleh dirinya.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, Jason mantan kekasih Azura menceritakan bagaimana pertama kali bertemu. Pria yang berprofesi sebagai ahli teknologi asal New York, Amerika Serikat ini bertemu di pool bar Four Season, hotel tempatnya menginap.

Saat berkenalan, Azura mengatakan kepada Jason jika dirinya tumbuh besar di antara London, Paris dan Bali. Seminggu setelah pertemuan, Azura sudah mengajak Jason ke restoran favoritnya di seluruh Hong Kong. Bahkan dia mengajak Jason mampir ke apartemennya di 1 Robinson Road yang merupakan area kelas menengah.

Jason tak bisa menahan diri saat melihat desain apartemen Aura yang mewah dengan lantai polished parquet lengkap dengan lukisan dekorasi, patung Budha, vas bunga dan piano besar yang memperlihatkan sosok wanita yang memiliki kehidupan sosial tinggi. Dia juga memberitahu kepada Jason bahwa ibunya adalah pengacara yang sempat membantu proses pemilihan Bill Clinton.

Azura menceritakan bahwa sang ayah telah meninggal dan meninggalkan warisan USD30 juta atau sekitar Rp423,8 miliar serta sebuah kapal pesiar dan rumah. Sosialita Hong Kong ini juga mengatakan bahwa dirinya adalah putri dari Indonesia yang memiliki penghasilan USD150 ribu per bulan atau setara Rp2,1 miliar.

Azura Luna selalu tampil dengan kemewahan yang dimilikinya. Dia memperlihatkan foto memakai sepatu rancangan desainer, selfie di Paris Fashion Week, bahkan saat bersantai di kolam renang di ata Manhattan.

Ditangkap Kepolisian Los Angeles

Azura pernah ditangkap kepolisian Los Angeles karena kasus penipuan penjualan tas Hermes. Kejadian tersebut sebulan setelah berkenalan dengan Jason.

Seorang wanita bernama Shopia mengaku ditipu oleh Azura setelah membeli tas Hermes dan membayar sebanyak Rp1,2 miliar yang mana uangnya akan dipakai untuk penggalangan dana. Saat membawa empat tas untuk dicek keasliannya, dua tas tersebut dinyatakan palsu.

Polisi mengepung salah satu bungalow pribadi di kawasan mewah Beverly Hills temat sosialita tersebut berada. Azura kemudian dibebaskan lewat bantuan dua pengacaranya.

Azura tak memberitahu kabar penangkapan tersebut kepada Jason. Hingga suatu hari Jason mengetahui kabar tersebut dan dibantah oleh Azura. Awal 2019, Jason mulai menaruh curiga dan mencari kebenaran atas klaim yang selama ini disebutkan oleh kekasihnya tersebut.

Korban Penipuan Berbicara

Sebelum berkenalan dengan Jason, Azura memiliki teman bernama Diane yang dikenalnya sejak 2003. Penampilan dan keluwesan Azura dalam berbicara membuat Diane tertarik.

Diane menceritakan pengalamannya selama bersama Azura. Azura pernah meminjam lukisan yang dimiliki untuk acara spesial dan tak pernah dikembalikannya. Dia juga sering berdalih kartu kreditnya tertinggal di rumah saat membayar tagihan restoran. Hal ini membuat Diane memutuskan untuk berhenti bicara dan mulai menjauhi Azura.

Mantan kekasih Azura, Robert juga pernah bertemu dengan Diane karena melihat kejanggalan pada sosialita tersebut. Robert sendiri pernah mengirimi Azura uang sebesar Rp2.1 miliar untuk pengobatan ayahnya yang sakit pada tahun 2017. Pria ini juga pernah mentransfer uang Rp422 juta yang disebut sebagai sumbangan amal yang ternyata tak pernah diberikan kepada badan amal oleh Azura.

Selama memperkenalkan diri Azura juga mengatakan bahwa dia sering terlibat dalam acara sosial dan amal. Dia sering mengajak orang yang dikenalnya untuk mendonasikan pada badan amal.

Kecurigaan Diane dan Robert mengantarkan mereka pada fakta yang mengejutkan. Mereka melihat sebuah situs yang melaporkan sosok Azura ini sebagai penipu terbesar di Hong Kong. Modus yang sama diterapkan Azura kepada Robert dan Diane seperti meminjam uang dari teman-temannya yang dikenal dan tak pernah membayar kembali.

Memiliki Banyak Identitas

Ternyata Azura memiliki banyak nama seperti Alexandra, Ally atau Miss M. Dia dicap sebagai penipu profesional dan berpengalaman dalam mencuri, memeras serta menipu orang yang tidak menaruh curiga. Seorang anonim mengulas pada situs untuk penipuan, Scamion.co bahwa Azura bukan nama sebenarnya.

"Nama aslinya adalah Enjang Widhi Palupi, lahir di Kediri Jawa Timur pada 27 Oktober 1978," tulisnya.

Soal latar belakang, Jason menemukan Azura punya paspor Indonesia yang dikeluarkan di Hong Kong pada 4 Oktober 2011 dan kedaluwarsa pada 4 Oktober 2016 dengan nama Azura Luna Mangunhardjono Kirk. Di sana tertera, Azura lahir di Jakarta, 27 Oktober 1974. Jason juga menemukan dokumen perjalanan yang dikeluarkan di Paris pada 10 Mei 2019 dengan tidak mencantumkan nama Kirk di belakang.

Azura juga dikatakan memiliki akun LinkedIn, menurut SCMP. Dia terdaftar telah menyelesaikan gelar sarjana psikologi di Dartmouth, MBA dari Cambridge, dan mengejar di bidang teknik kedirgantaraan di MIT. Dia dilaporkan bekerja sebagai direktur pelaksana APAC Advisory Group. Namun, setelah diselidiki, Azura tidak terdaftar pernah bersekolah di Dartmouth atau MIT.

Kecurigaan Jason

Jason dihubungi oleh Ripoff Report berdasarkan grup WhatsApp dimana lima anggotanya, Abdul, Diane, Robert, Sophia dan Laurent pernah dekat dengan Azura. Jason akhirnya menanyakan kebenaran di Ripoff Report kepada Azura dan disangkal bahwa blog tersebut hoax.

Kebenaran lain muncul dari Sunita, asisten rumah tangga Azura yang mengatakan kepada Jason bahwa mengenal majikannya hanya beberapa minggu lalu. ART tersebut meminta Jason segera meninggalkan Azura.

"Semua ini adalah bohong, lari," ujar Jason menirukan perkataan Sunita.

Berpindah Tempat

Azura terlihat sering berpindah tempat dari satu negara ke negara lain. Beberapa anggota Ripoff Report yang membuat grup percakapan mengatakan, Azura kali terakhir terlacak di Florence, Italia, dan dia meninggalkan kota tanpa membayar tagihan di Hotel Continentale dan Borgo Dolci Colline.

Dia juga sempat mengirim pesan pada seseoran berisi foto boarding pass fisrt class dari New York ke Hong Kong. Kendati awalnya tak percaya, Diane mencoba mengajak Azura bertemu di Hong Kong.

Pertama, Azura berjanji menemui Diane di Captain’s Bar, Mandarin Oriental hotel, tapi kemudian mengubahnya ke Starbucks di Citibank Tower. Sepuluh menit sebelum waku janjian, Azura sudah tiba mengenakan kemeja putih oversized, tas belanja Net-A-Porter super besar, dan tas Valentino di tangan kirinya.

Percakapan yang terjadi di antara mereka hanya seputar penyangkalan. Azura mengaku tengah hamil bayi kembar dengan usia kanduangan lima bulan. Tangannya, sebagaimana dideskripsikan Diane, terus gemetar.

Keesokan hari, Azura diketahui sudah berada di Paris dan menginap di Le Bristol Hotel. Pesan yang dikirimkan ke nomor WhatsApp Azura tak terkirim, entah sedang berada di penerbangan atau telah mengganti kartu selulernya.

Belum ada laporan lebih lanjut langkah apa yang bakal dilakukan orang-orang yang mengklaim diri sebagai korban diduga dilakukan Azura. Tapi, setelah kembali ke Hong Kong, status Whatsapp Azura berubah jadi 'Bersiap untuk Perang'.

Berdasarkan dari grup Ripoff Report, Azura menipu tidak hanya individu di Hong Kong. Korbannya berasal dari London, Paris, Milan, Singapura, Jakarta, Los Angeles dan New York. Para korban ini memperingatkan agar segera menghubungi pihak berwenang setelah bertemu dengannya.

Editor : Adhityo Fajar