Banyak Perempuan Jadi Korban, Cinta Laura Serukan Lawan Pelaku Pelecehan Seksual
“Jadi, pelecehan seksual di ruang publik itu ada macam-macam, ya. Ada suit suit (catcalling). Misalnya, ‘kiw kiw’ atau ‘hei cantik mau kemana?’ Atau misalnya dicolek tanpa consent (persetujuan),” ujarnya.
Sebagai sesama perempuan dan duta anti-kekerasan, Cinta Laura ingin para perempuan di Indonesia lebih aware tentang pelecehan seksual.
“Perempuan Indonesia, kita harus belajar ya, siulan atau ‘hei neng cantik’ itu bukan compliment, itu bukan. Jangan merasa, ‘berarti menurut orang itu saya cantik’, no, it's harassment. Kita enggak bisa menormalisasikan behavior itu,” ungkapnya.
Hal yang membuat sedih lagi, adalah masih ada yang menyalahkan korban pelecehan seksual lantaran baju yang dipakainya. Padahal, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, tidak memandang gender dan pakaian yang dikenakan korban. Oleh karena itu, di setiap pelecehan seksual, yang selalu salah adalah pelaku.
“Baju enggak ada hubungannya dengan orang itu jadi korban kekerasan atau enggak. Karena yang pelaku lecehkan bukan bajunya tapi manusia. Jadi, masalahnya itu 100 persen di pelaku yang pikirannya kotor dan tidak bisa mengendalikan behavior mereka, 100 persen kesalahan di pelaku dan korban enggak pernah salah,” kata Cinta Laura.
Editor: Elvira Anna