Batik Naik Kelas! Sentuhan High Fashion Bikin Wastra Nusantara Tampil Modern dan Elegan
Menurut Atikah, konsumen sebelumnya didominasi perempuan berusia 30 tahun ke atas. Namun, perkembangan selera pasar mendorong jenama tersebut memperluas jangkauan konsumennya melalui koleksi ready to wear yang lebih kasual dan modern.
"Kalau konsumen saya sebelumnya tuh di usia rata-rata 30 ke atas, tapi sekarang kami sudah mulai menurunkan ke 30 ke bawah, dengan memproduksi koleksi ready to wear yang lebih style-nya ke anak muda," jelasnya.
Menariknya, modernisasi yang dilakukan tidak lantas meninggalkan akar tradisi. Jenama itu tetap menjadikan motif klasik sebagai sumber inspirasi, kemudian mengolahnya melalui eksplorasi warna, komposisi pola, hingga siluet busana.
"Kalau motif tertentu sebenarnya enggak juga, kita tetap pakai motif-motif klasik tapi kita kembangin lagi ke motif-motif yang lebih modern," katanya.
Karakter motif daun dan titik-titik yang lekat dengan keindahan batik tetap dipertahankan. Namun, elemen tersebut dikombinasikan dengan pola lain, termasuk motif monogram, untuk menciptakan tampilan yang lebih segar. Permainan warna juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan karakter batik yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.