Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Minum Suplemen Vitamin B6, Berlebih Bisa Ganggu Saraf!
Advertisement . Scroll to see content

Berapa Dosis Aman Minum Suplemen Vitamin B6 per Hari? Ini Saran Ahli

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:37:00 WIB
 Berapa Dosis Aman Minum Suplemen Vitamin B6 per Hari? Ini Saran Ahli
Ilustrasi vitamin B6. (Foto: Ilustrasi AI, Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vitamin B6 menjadi salah satu suplemen yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk menjaga kesehatan saraf, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga mendukung daya tahan tubuh. Namun, di tengah tren konsumsi suplemen yang terus meningkat, masyarakat diingatkan untuk memahami batas aman konsumsi vitamin B6 agar tidak menimbulkan efek samping.

Ahli Neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Prof Rizaldy Taslim Pinzon mengatakan vitamin B6 memang merupakan nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh. Namun, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"Pendekatan yang tepat bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya berbasis ilmu pengetahuan dan sesuai kebutuhan individu," ujar Prof Pinzon dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2026).

Dia menjelaskan, kebutuhan harian vitamin B6 pada orang dewasa umumnya berkisar 1,3 hingga 2,0 mg per hari. Kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dipenuhi melalui pola makan seimbang seperti konsumsi ikan, daging unggas, telur, kentang, pisang, dan kacang-kacangan.

Meski begitu, sejumlah kelompok masyarakat berisiko mengalami kekurangan vitamin B6, sehingga membutuhkan tambahan suplemen. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita diabetes dan penyakit ginjal kronis, pengguna obat jangka panjang seperti obat tuberkulosis dan antikejang, hingga individu dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Menurut Prof Pinzon, batas aman konsumsi vitamin B6 bagi individu sehat umumnya tidak melebihi 100 mg per hari. Sementara itu, penggunaan untuk tujuan terapi tertentu dapat mencapai 600 mg per hari, tetapi wajib berada di bawah pengawasan ketat tenaga medis.

Para neurologist atau dokter spesialis saraf juga mencatat bahwa kasus neuropati perifer akibat vitamin B6 memang tergolong jarang. Namun, risiko tetap bisa muncul terutama pada individu yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen vitamin B secara bersamaan.

Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain kesemutan dan mati rasa. Kondisi tersebut umumnya bersifat reversibel atau dapat membaik apabila konsumsi suplemen segera dihentikan atau dosisnya disesuaikan.

"Untuk memperkuat penggunaan berbasis bukti, panel ahli multidisiplin dari kawasan Asia Pasifik telah merumuskan panduan penggunaan vitamin B6 yang aman. Panduan ini menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, serta pemantauan yang tepat," kata Prof Pinzon.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu membaca label produk sebelum mengonsumsi suplemen dan tidak sembarangan menggabungkan beberapa produk vitamin B sekaligus. Jika ragu mengenai dosis atau penggunaan jangka panjang, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

"Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, penting untuk mengedepankan panduan berbasis sains dibandingkan sekadar mengikuti tren," tambahnya.

Para ahli menilai edukasi yang berkelanjutan, pengawasan produk, serta pelabelan yang jelas menjadi faktor penting untuk memastikan penggunaan suplemen vitamin B6 tetap aman dan efektif bagi masyarakat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut