Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Influencer Endang Yustika Akhirnya Minta Maaf, Ini Pernyataan Selengkapnya
Advertisement . Scroll to see content

Berawal Iseng Bikin Konten, Eza Lubis Buktikan Kreativitas Digital Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Rabu, 05 Agustus 2026 - 14:38:00 WIB
Berawal Iseng Bikin Konten, Eza Lubis Buktikan Kreativitas Digital Bisa Jadi Sumber Penghasilan
Kreator konten Eza Lubis. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Era digital telah mengubah cara banyak anak muda membangun karier. Jika dulu media sosial hanya digunakan untuk berbagi aktivitas sehari-hari, kini platform digital menjadi ruang yang mampu membuka peluang ekonomi kreatif. 

Kisah Reza Handoko Lubis atau yang lebih dikenal sebagai Eza Lubis menjadi salah satu contoh bagaimana konsistensi dan kreativitas dapat berkembang menjadi profesi yang menjanjikan. Seperti apa ceritanya?

Influencer asal Medan ini berhasil membangun personal branding melalui akun TikTok @ezalubis.official dan Instagram @eza.lub. Lewat konten bertema hiburan, gaya hidup, hingga ulasan produk, Eza secara perlahan mengumpulkan audiens yang loyal dan akhirnya dipercaya berbagai merek untuk menjalin kerja sama endorsement.

Namun, perjalanan tersebut tidak terjadi dalam semalam.

Influencer Eza Lubis. (Foto: Istimewa)
Influencer Eza Lubis. (Foto: Istimewa)

Di balik pencapaiannya saat ini, Eza mengaku menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari karakter media sosial, memahami algoritma, mengikuti perkembangan tren, sekaligus mencari cara agar konten yang dibuat tetap relevan dan bermanfaat bagi pengikutnya.

Tidak hanya mengandalkan kerja sama promosi dengan berbagai brand, Eza juga memanfaatkan peluang affiliate marketing, yaitu memperoleh komisi dari produk yang direkomendasikan melalui kontennya. Model bisnis ini kini semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas belanja digital masyarakat Indonesia.

Bagi Eza, media sosial tidak sekadar menjadi tempat mencari popularitas. Ia menilai platform digital dapat menjadi wadah untuk membangun karier sekaligus menciptakan nilai positif bagi orang lain.

"Media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi konten, tetapi juga bisa menjadi peluang bisnis yang besar apabila dikelola dengan serius, konsisten, dan memberikan manfaat bagi audiens," ujar Eza Lubis pada iNews.id, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan seorang kreator tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan. Karena itu, ia selalu berusaha menghadirkan konten yang autentik, informatif, dan bertanggung jawab sehingga kolaborasi dengan berbagai brand dapat berlangsung secara profesional.

Kreativitas Harus Berjalan Bersama Etika

Di tengah persaingan yang semakin ketat, Eza menilai anak muda tidak perlu terpaku mengejar konten viral sesaat. Justru, konsistensi dan etika dalam berkarya menjadi modal utama agar mampu bertahan dalam industri kreatif.

Membangun konten yang jujur, menghargai hak cipta, tidak menyebarkan informasi menyesatkan, serta menjaga komunikasi yang baik dengan audiens menjadi prinsip yang menurutnya penting dijaga oleh setiap kreator digital.

Pendekatan tersebut pula yang membuat perjalanan kariernya terus berkembang dari waktu ke waktu.

Apa yang dilakukan Eza menjadi gambaran bahwa peluang di dunia digital kini semakin terbuka lebar. Berbekal ponsel pintar, kreativitas, kemauan belajar, dan konsistensi, siapa pun memiliki kesempatan membangun personal branding hingga menghasilkan pendapatan melalui berbagai skema, mulai dari endorsement, affiliate marketing, hingga kolaborasi dengan brand.

Meski demikian, Eza mengingatkan bahwa kesuksesan di dunia digital membutuhkan proses panjang. Tidak ada jalan pintas selain terus belajar, meningkatkan kualitas konten, dan memahami kebutuhan audiens.

Ke depan, ia berkomitmen terus menghadirkan konten yang kreatif, informatif, sekaligus menghibur. Eza juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani memulai perjalanan sebagai kreator digital dengan menjunjung profesionalisme dan etika.

"Berkarya di media sosial bukan hanya soal dikenal banyak orang, tetapi bagaimana karya yang kita buat bisa memberikan manfaat, membangun kepercayaan, dan membuka peluang untuk berkembang," kata Eza Lubis.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut