Blak-blakan! Manohara Menikah dengan Pangeran Kelantan Tengku Fakhry di Usia 15 Tahun
Jadi, kata Manohara, dengan menyebut korban sebagai 'mantan pasangan' atau 'mantan istri' dari orang yang menyakiti, tidak membuat situasi menjadi leih sopan atau dapat diterima secara budaya.
"Itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, itu mengalihkan fokus dari kerugian dan ke anak itu sendiri," katanya.
"Korban tidak membutuhkan gelar yang menyiratkan pilihan di mana tidak ada pilihan sama sekali. Inilah mengapa bahasa itu penting," tambah Manohara.
Tidak sampai di situ, Manohara pun mengatakan, "Ketika pelecehan berulang kali digambarkan sebagai suatu hubungan, itu mengajarkan masyarakat untuk melihat paksaan sebagai persetujuan, dan anak-anak sebagai peserta, bukan korban.
"Pola pikir ini menyebabkan kerugian yang nyata, bukan hanya bagi saya tapi juga bagi gadis-gadis lain yang menyaksikan bagaimana situasi ini dibahas. Saya tidak meminta siapa pun untuk merasa kasihan ke saya, saya minta keakuratan, dan keakuratan berarti tidak menampilkan situasi paksa yang melibatkan anak sebagai hubungan orang dewasa yang sukarela. Itu intinya," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi