Botol Plastik Disulap Jadi Kain, Begini Cara Fashion Indonesia Mengolah Limbah
Founder & Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, mengatakan perjalanan PURANA selama 17 tahun tidak terlepas dari kolaborasi dengan para seniman dari berbagai daerah di Indonesia.
"Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif PURANA," ujar Nonita di Grand Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan 12 seniman yang telah bekerja sama dengan PURANA selama bertahun-tahun. Mereka adalah Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra 'HeHe' Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca 'Kika' Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia.
Karya para seniman tersebut ditampilkan melalui The Living Archive, sebuah ruang yang memperlihatkan bagaimana sisa kain perca dapat kembali dimanfaatkan menjadi berbagai instalasi seni.
Dengan pendekatan tersebut, kain sisa produksi tidak langsung berakhir sebagai limbah. Material yang tersisa justru diberi kesempatan untuk kembali memiliki fungsi sekaligus nilai artistik.