Citayam Fashion Week Mati Sebelum Berkembang? Baca News RCTI+

Siska Permata Sari ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:57:00 WIB
Citayam Fashion Week Mati Sebelum Berkembang? Baca News RCTI+
Citayam Fashion Week Mati Sebelum Berkembang? Baca News RCTI+ (Foto: RCTI+)

JAKARTA, iNews.id -  Citayam Fashion Week (CFW) memang fenomenal. Ajang catwalk anak muda dari Citayam - Bojonggede, di kawasan Dukuh Atas Jakarta berhasil mencuri perhatian publik. Namun, karena dinilai mengganggu ketertiban umum, ajang fashion show masyarakat biasa ini dibubarkan. Bagaimana kelanjutan CFW? Akankah CFW akan mati begitu saja tanpa bekas?  Ikuti perkembangannya di News RCTI+. 

Acara yang digagas anak-anak muda yang berasal dari Citayam- Bojonggede, di kawasan Dukuh Atas Jakarta sukses menarik perhatian banyak kalangan. Acara pegelaran busana yang bersifat spontanitas ala anak-anak kampung di jalan raya ini pun jadi viral. Sejumlah pesohor, selebritis papan atas, politikus pun ikut nimbrung di acara ini. Tak pelak, fashion show sederhana yang digelar tiap akhir pekan ini pun jadi fenomenal.

Entah siapa yang pertama kali memberi label acara tersebut, Citayam Fashion Week (CFW), nyatanya dengan cepat acara ini begitu populer hingga seantero negeri. Sejumlah pejabat mulai dari gubernur, menteri hingga presiden, ikut mengomentari dan memuji kreatifitas yang dihasilkan anak-anak kampung ini.

Mungkin sebelumnya tak pernah terpikirkan menyelenggarakan acara fashion show sederhana, yang menampilkan busana dengan harga murah meriah. Dicetuskan oleh anak-anak muda yang sebagian besar putus sekolah dan diselenggarakan di tengah jalan raya. Anak-anak muda dari Citayam-Bojonggede ini dengan caranya sendiri telah berhasil membumikan acara fashion show. Sebuah kegiatan yang sebelumnya identik dengan eksklusifitas dan penuh glamour dan hanya bisa dilihat oleh kaum berada, kini jadi kegiatan yang begitu merakyat.

Belakangan acara yang makin menyedot banyak perhatian inipun menimbulkan masalah, yakni kemacetan di jalan raya. Tentunya pihak-pihak terkait bisa memberikan solusi terbaik agar kegiatan ini tidak berhenti, namun tetap tertib, tidak menggangu kepentingan publik pengguna jalan raya. Kini, CFW pun dibubarkan aparat keamanan karena aksinya sudah mengganggu kepentingan umum. Bonge, Roy, Kurma hingga Jeje pun tak terlihat lagi beraksi di Dukuh Atas. Namun, mereka sudah berpindah tempat. Beberapa waktu lalu, mereka melakukan catwalk di Kawasan Kuningan.

Fenomena CFW dengan cepat merembet ke berbagai daerah. Anak-anak muda di kota-kota besar lainnya di Indonesia mulai juga menggelar kegiatan sejenis. Antusiasme anak-anak muda di berbagai daerah untuk mengikuti fashion show jalanan ini sebenarnya bisa dikelola oleh pemerintah daerah setempat sebagai sebuah kegiatan yang positif yang perlu didukung semua pihak.

Seperti diketahui sejumlah pihak dari kalangan swasta mencoba untuk mengambil keuntungan dari acara ini dengan mendaftarkan hak kekayaan intelektual ke Dirjen HAKI. Salah satunya, Baim Wong dan istrinya, Paula. Namun karena mendapat banyak kritikan, mereka mengurungkan niatnya untuk mendaftarkan CFW ke Kementerian Hukum dan HAM. Tak kurang dari empat perusahaan swasta yang berebut HAKI dari CFW. Idealnya acara seperti ini yang dicetuskan oleh masyarakat tidak perlu dikuasai oleh segelintir pihak. Biarkan saja dikelola oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Jadikan saja acara ini menjadi salah satu daya tarik untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Jakarta.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda