Deddy Corbuzier Ungkap Trik Baca Pikiran: Gue Enggak Cocok Tampil di Acara Musik

Rizqa Leony Putri ยท Senin, 14 September 2020 - 21:24 WIB
Deddy Corbuzier Ungkap Trik Baca Pikiran: Gue Enggak Cocok Tampil di Acara Musik

Deddy Corbuzier ungkap trik baca pikiran. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Mentalis Deddy Corbuzier baru saja mengungkap triknya dalam membaca pikiran seseorang. Hal ini kerap dia lakukan tiap kali tampil di layar kaca televisi.

Bersama dengan Gilang Dirga, Bimo Kusumo, dan Kristo Immanuel yang gemar menirukan suara beberapa tokoh dan publik figur, Deddy juga membahas soal karaker suaranya ketika berada di panggung. Deddy mengatakan bahwa dia merasa tidak cocok ketika tampil dalam acara musik.

Dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Adiez Gilang, Deddy mengungkapkan bahwa karakter suaranya terbagi dua. Pemilik nama lengkap Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo ini mengeluarkan suara yang berbeda ketika tampil dalam acara poscast-nya, serta ketika berada di atas panggung.

"Jadi gini, karakter gue tuh memang kebagi dua. Jadi kalau di podcast, suara gue tidak seperti itu. Tapi kalau di pangggung, suara akan gue ubah lebih deep," kata Deddy seperti dikutip iNews.id pada Senin (14/9/2020).

Tak berlama-lama, Deddy pun mencontohkan sebuah permainan sederhana dalam membaca pikiran Kristo. Dia meminta Kristo memilih salah satu angka dari yang telah diinstruksikannya.

"Pikirkan satu angka antara satu sampai 10 sekarang di dalam otak Anda, jangan disebutkan angka antara satu sampai 10. Sudah? Anda memikirkan (angka) tujuh," ujar Deddy.

Tentunya peristiwa yang baru saja berlangsung di hadapan Kristo tersebut membuatnya tercengang. Begitu juga Gilang dan Bimo yang turut menyaksikan kejadian tersebut.

"Sumpah demi Tuhan, kok bisa Om Ded?" kata Kristo terkejut.

"That's why I'm the best," ujar Deddy.

Melihat gerak-gerik dan intonasi suara yang dipraktikkan oleh Deddy, Gilang pun bertanya soal tone suara 'deep' yang kerap digunakan mantan suami Kalina Ocktaranny tersebut.

"Tone (suara) lo itu selalu deep dan datar itu di panggung? Kenapa harus low?" kata Gilang bertanya.

"Di panggung karena konteksnya adalah mind reading. Makanya kadang-kadang gue tidak tepat di panggung-panggung tertentu, contohnya pangung dangdut. Gue enggak mau, karena memang tidak tepat gue dengan penonton dan suasana," ujar Deddy.

Deddy merasa tidak cocok bila tampil dalam acara musik dan sejenisnya. Hal itu karena dia merasa suasana dan situasi penonton yang ada dalam acara musik tak cocok dengannya.

"Karena buat gue ketika gue main sulap atau mentalism, gue pengen deep, intonasinya rendah, terus orang itu harus benar-benar nonton tidak punya distraksi. Nah ini agak sulit memang, sulit buat gue. Pernah misalnya tampil di acara musik, enggak bisa. Bukannya gue enggak mau atau enggak suka, tapi enggak masuk intonasi itu," kata Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menjelaskan bahwa dirinya harus mendominasi penonton ketika melakukan pertunjukan. Sebab, dia tak mau ada penonton yang melakukan hal-hal di luar kendalinya saat pertunjukkan tengah berlangsung.

"Gue lebih ke mendominasi penonton, karena gue tidak mau penontonnya masuk dalam keadaan euforia. Kalau pentontonnya masuk dalam keadaan euforia, si penonton bisa bertindak sesuatu yang gue tidak inginkan," ujar Deddy.

Editor : Tuty Ocktaviany