Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setahun Dirahasiakan, Tina Toon Bagikan Potret Anak di Momen Imlek
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Pantangan saat Tahun Baru Imlek, Tak Boleh Makan Bubur hingga Bersihkan Rumah

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:11:00 WIB
Deretan Pantangan saat Tahun Baru Imlek, Tak Boleh Makan Bubur hingga Bersihkan Rumah
Berikut deretan pantangan saat Tahun Baru Imlek yang masih dijaga sebagian masyarakat hingga kini. (Foto: Niko)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan khas, tetapi juga dipenuhi berbagai pantangan yang diyakini memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, apa yang dilakukan di awal tahun baru dipercaya dapat mencerminkan nasib dan rezeki di bulan-bulan berikutnya.

Menurut kepercayaan turun-temurun, perilaku dan ucapan sejak hari pertama Imlek hingga hari ke-15 kalender lunar harus dijaga. Hal tersebut diyakini dapat menghadirkan energi positif sekaligus menghindarkan keluarga dari kesialan di tahun yang baru.

Berikut deretan pantangan saat Tahun Baru Imlek yang masih dijaga sebagian masyarakat hingga kini.

Tidak Minum atau Menyeduh Obat

Pada hari pertama Imlek, mengonsumsi obat atau menyeduh ramuan dianggap membawa pertanda kurang baik. Tradisi ini meyakini bahwa minum obat di awal tahun bisa melambangkan sakit yang berlanjut sepanjang tahun.

Di beberapa daerah, bahkan ada kebiasaan memecahkan wadah obat tepat tengah malam sebagai simbol membuang penyakit. Ritual tersebut dipercaya sebagai bentuk harapan agar tubuh tetap sehat sepanjang tahun.

Jangan Membersihkan Rumah

Menyapu, mengepel, atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dianggap sama dengan “menyapu” rezeki keluar dari rumah. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah sebelum malam pergantian tahun.

Dengan begitu, saat hari pertama tiba, mereka tidak lagi melakukan aktivitas bersih-bersih. Hal ini diyakini menjaga keberuntungan tetap berada di dalam rumah.

Hindari Kata-Kata Tidak Beruntung

Ucapan juga dipercaya memiliki kekuatan simbolik selama periode Imlek. Pembicaraan tentang kematian, penyakit, atau kemiskinan sebaiknya dihindari karena diyakini dapat menarik energi negatif.

Sebaliknya, masyarakat lebih memilih menggunakan kata-kata yang bermakna baik dan penuh harapan. Tradisi ini dilakukan demi menjaga suasana tetap positif sepanjang perayaan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut