Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Desainer Cilik Tiara Annisa Harumkan Indonesia Tampilkan Budaya Nusantara di Hiroshima Festival
Advertisement . Scroll to see content

Desainer Wignyo Rahadi Eksplorasi Kain Ulos Harungguan Menjadi Busana Siap Pakai

Minggu, 13 Oktober 2019 - 17:42:00 WIB
Desainer Wignyo Rahadi Eksplorasi Kain Ulos Harungguan Menjadi Busana Siap Pakai
Model mengenakan koleksi busana Wignyo Rahadi dengan kain ulos harungguan. (Foto: iNews.id/Wignyo Rahadi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indonesia memiliki banyak wastra yang bisa diolah menjadi beragam busana cantik. Tidak hanya tenun dan batik, desainer ternama Wignyo Rahadi juga tertarik mengolah ulos menjadi busana siap pakai.

Ulos di tangan Wigyo memang tidak terkesan berat lagi dan lebih kaya warna. Hal itu dia praktikkan pada ulos harungguan, kain tradisional asal Tapanuli, Sumatera Utara.



“Kain ulos memang kebanyakan terkesan kaku dan berat. Selain itu juga terbatas pada warna gelap dengan pewarnaan alam. Kini, bisa diolah menjadi menjadi ringan, lembut, dan pilihan warna lebih variatif, sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya,” tutur Wignyo Rahadi dalam keterangannya kepada iNews.id, Minggu (13/10/2019).

Menurut Wignyo, ulos merupakan kain tradisional asal Tapanuli, Sumatera Utara memiliki ragam jenis dan motif yang sarat makna. Ulos harungguan disebut sebagai “raja” ulos di Tanah Tapanuli karena di masa lampau hanya dipakai oleh raja dan kalangan terpandang, sehingga dianggap memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jenis ulos lain.

“Keistimewaan ulos harungguan memiliki motif kompleks yang menggabungkan semua motif ulos, sehingga tak ada pengulangan motif. Ulos harungguan hanya dibuat oleh penenun di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Wignyo, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga telah melakukan pembinaan untuk mengembangkan kerajinan Ulos di Muara.  

Kain ulos harungguan hasil pengembangan tersebut, kemudian dipamerkan oleh Wignyo Rahadi dalam ajang peragaan busana bertema “Sahala” di Rooftop Terminal Pelabuhan Laut Sibolga, belum lama ini.

Dipilihnya Terminal Pelabuhan Laut Sibolga sebagai lokasi fashion show, rupanya bukan tanpa alasan. “Ini sebagai dukungan promosi pariwisata Kota Sibolga yang layak untuk dikunjungi karena desain bangunan dan keindahan Laut Sibolga terlihat jelas dari pelabuhan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Suti Masniari Nasution.

Koleksi Wignyo kali ini memadukan elemen histori dengan sentuhan modernitas, sehingga mewujudkan tampilan yang baru. Dia menampilkan 20 outfit, terdiri dari busana kontemporer dan modest wear menggunakan ulos harungguan dalam pilihan warna cerah dan gelap yang berpadu harmonis. Dia juga menghombinasikan ulos dengan tenun ATBM motif ulos sodum, full batik, dan lurik.

Adapun ulos harungguan kombinasi tenun ATBM, dituangkan dalam varian blus, outer, celana, long dress, hingga long coat bergaya modern. Ditampilkan pula selendang ulos yang menciptakan gaya klasik kontemporer.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut