Didi Kempot Idola Kaum Milenial, Sukses Bawakan Lagu-Lagu Patah Hati

Siska Permata Sari ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 09:55:00 WIB
Didi Kempot Idola Kaum Milenial, Sukses Bawakan Lagu-Lagu Patah Hati
Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020). (Foto: Intagram/@didikempot_official)

JAKARTA, iNews.id - Duka kembali menyelimuti industri hiburan Tanah Air. Penyanyi campursari legendaris, Didi Kempot baru saja berpulang ke pangkuan Ilahi di usia 53 tahun.

Pria yang dijuluki The Godfather of Broken Heart tersebut meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020), pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo.

“Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi, kondisi tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB,” kata Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo Divan Fernandes dikutip Solopos.com. Selasa (5/5/2020).

Beberapa tahun belakangan ini, menjadi era Didi Kempot, di mana lagu-lagunya dicintai oleh anak-anak muda di seluruh Indonesia. Mulai dari Sewu Kutho, Banyu Langit, Stasiun Balapan, hingga Pamer Bojo.

Para penggemarnya, kini mempunyai julukan ‘Sobat Ambyar’ yang tak hanya terdiri dari satu generasi saja, tetapi seluruh generasi.

Sebelum sampai di puncak karier, tidak mudah bagi Didi Kempot untuk berjuang dari nol. Berangkat dari musisi jalanan di Kota Surakarta sejak 1984 hingga 1986, kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada 1987.

Nama panggung Didi Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa dia hijrah ke Jakarta. Sembari mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya mencoba rekaman. Kemudian, mereka menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta.

Tepat di 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Yaitu lagu ‘Cidro’ yang diangkat dari kisah asmara Didi yang pernah gagal. Jalinan asmara yang dia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orangtua wanita tersebut. Sejak saat itu, Didi Kempot mulai sering menulis lagi bertema patah hati.

Tahun-tahun berikutnya merupakan awal kesuksesan pria kelahiran Surakarta tersebut. Dia berhasil tampil di luar negeri seperti di Suriname, Amerika Selatan, memperkenalkan lagu tradisional Indonesia pada 1993.

Tahun 1996, dia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi.

Satu tahun berikutnya, lagu paling legendaris dari Didi Kempot lahir. Stasiun Balapan, menjadi lagu paling populer darinya, yang diciptakan tahun 1999. Itu membuat namanya semakin terkenal di Indonesia.

Di tahun 2000-an, nama Didi Kempot kembali meroket setelah merilis lagu-lagu hits. Seperti Kalung Emas pada 2013 dan Suket Teki pada 2016.

Kini, dia telah mendapat gelar ‘The Godfather of Broken Heart’ atau Bapak Patah Hati Nasional. Julukan itu diberikan oleh kalangan anak muda pada Didi Kempot karena kepiawaiannya membawa pendengar larut dalam emosi ketika membawakannya di panggung.

Selama hidupnya, pria kelahiran 31 Desember 1966 itu telah meraih banyak penghargaan. Beberapa di antaranya Penyanyi Terbaik Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan Khusus Maestro Campursari Indonesian Dangdut Award 2019.

Editor : Tuty Ocktaviany