Disentil Wardatina Mawa, Inara Rusli Ungkap Momen Anak Insanul Fahmi Cium Tangannya
JAKARTA, iNews.id - Selebgram Inara Rusli alias Inayah buka suara setelah disentil Wardatina Mawa terkait momen pertemuannya dengan anak Insanul Fahmi di sebuah acara pesantren. Inara menjelaskan alasan dirinya menemui sang anak sekaligus meluruskan momen ketika Afnan menghampiri dan mencium tangannya.
Inara menegaskan, pertemuan tersebut berlangsung dalam acara terbuka yang tidak ditujukan untuk membahas perselisihan keluarga. Sebab itu, dia menilai tempat tersebut tidak tepat untuk melakukan musyawarah ataupun tabayyun.
"Posisinya saat itu kami lagi di acara terbuka ya. Acara terbuka dan bukan tujuan untuk bermusyawarah ataupun tabayyun," ujar Inara Rusli saat ditemui di Polda Metro Jaya, belum lama ini.
Selain itu, Inara datang seorang diri tanpa didampingi suaminya, Insanul Fahmi. Dia menilai pembahasan persoalan sensitif di hadapan publik tidak etis jika pihak-pihak terkait belum hadir secara lengkap.
"Dan pada saat itu aku datang sendiri tanpa ada Fahmi, yang di mana biar bagaimanapun beliau juga adalah bagian dari kami bertiga, karena ada anak. Menurutku enggak etis kalau kita bahas itu di hadapan umum, dan tanpa ada pihak yang hadir," ucapnya.
Inara kemudian menjelaskan alasan Afnan menghampiri dan mencium tangannya dalam acara tersebut. Menurutnya, momen itu terjadi karena dirinya datang bersama ayah mertua yang merupakan kakek dari Afnan.
"Bagaimana bisa sampai akhirnya Masya Allah Afnan bisa salim, karena saat itu aku datang bersama dengan Abi, yang pada saat itu ada di sebelah aku," katanya.
Inara mengatakan, Afnan awalnya menghampiri sang kakek untuk bersalaman. Momen tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian setelah dikaitkan dengan persoalan yang melibatkan orang dewasa.
"Otomatis anak itu menghampiri Abi sebagai pipinya atau kakeknya, kemudian salim," ucapnya.
Ibu tiga anak itu pun meminta agar sikap sopan santun Afnan tidak dipelintir atau dikaitkan dengan konflik orang dewasa. Dia menilai kebiasaan bersalaman dengan orang yang lebih tua merupakan bagian dari adab yang diajarkan kepada anak muslim.
"Itu adalah memang adab seorang anak muslim, yang diajarkan kepada siapapun yang lebih tua memang harus salim tanpa harus tahu latar belakang orang itu siapa, mau muslim atau non-muslim, itu sih," ujar Inara.
Editor: Dani M Dahwilani