Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Artinya, Ini Pandangan Hukum Lintas Madzhab

Rilo Pambudi · Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:40:00 WIB
Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Artinya, Ini Pandangan Hukum Lintas Madzhab
Bacaan doa qunut subuh beserta Arab, latin, dan artinya. Doa qunut sunah dibaca saat sholat subuh. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Bacaan doa qunut subuh beserta Arab, latin, dan artinya perlu diketahui setiap muslim. Doa qunut subuh dibaca saat rakaat kedua sholat subuh baik dikerjakan sendiri maupun berjamaah.

Membaca doa qunut saat sholat subuh adalah anjuran. Hukum membaca doa ini adalah sunnah. Artinya, tidak akan berdosa atau membatalkan sholat jika tidak membacanya dan akan mendapat pahala jika membacanya.

Dilansir iNews.id dati laman NU, Selasa (30/8/2022), qunut sejatinya ada tiga macam. Antara lain adalah qunut subuh, qunut, witir, dan qunut subuh.

Terkait qunut subuh, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa qunut sholat subuh disunnahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal.

Berikut adalah bacaan doa qunut subuh Arab, latin, dan artinya.

Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh hukumnya adalah sunnah muakkadah. Artinya, jika meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak. 

Doa qunut subuh adalah sebagai berikut:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam

Artinya:

Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan, dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan,
dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan, dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan, dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan, ,maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum, maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau, Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan, memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau,
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Doa qunut yang disebutkan tersebut dibaca ketika melaksanakan sholat sendiri. Jika sholat berjamaah, maka imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”.

Hukum Doa Qunut Subuh Lintas Mazhab

Para ulama lintas madzhab berbeda pendapat tentang doa qunut subuh. Ada yang tidak mensunnahkan doa tersebut, antara lain adalah dari para ulama Hanafiyah dan Hanabilah.

Sedangkan dari madzhab Syafi'iyah dan Malikiyah menganggapnya sunnah meski ada perbedaan pada pelaksanaannya. 

Ulama Syafi'iyah melaksanakan qunut subuh sesudah ruku pada rakaat kedua. Sedangkan ulama Malikiyah berpendapat bahwa yang paling utama melaksanakan qunut adalah sebelum ruku.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda