Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Merasa Gagal usai Pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Tamara Jasmine Akhirnya Minta Maaf usai Komentar Jahat soal Pasien BPJS

Kamis, 06 Agustus 2026 - 11:33:00 WIB
Dokter Tamara Jasmine Akhirnya Minta Maaf usai Komentar Jahat soal Pasien BPJS
Ilustrasi dokter yang mengomentari pasien BPJS. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idDokter Tamara Jasmine akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah namanya menjadi sorotan akibat komentar yang diunggahnya di media sosial terkait pasien BPJS Kesehatan. Klarifikasi disampaikan di tengah polemik meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan.

Dalam pernyataannya, dr Tamara Jasmine lebih dulu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yurizal. Seperti apa pernyataan selengkapnya?

"Saya berbelasungkawa atas meninggalnya Yurizal, semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan keluarga diberi ketabahan. Aamiin," tulis Tamara dalam unggahan klarifikasinya, dikutIP Kamis (6/8/2026).

Tamara juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila penyampaiannya di Threads terkait BPJS Kesehatan menimbulkan ketidaknyamanan.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada yang kurang berkenan dengan penyampaian saya. Semoga kita semua dan keluarga sehat selalu, tidak perlu bertemu dalam keadaan sakit. Aamiin," tulisnya.

Dokter Tamara Jasmine Bantah Mengomentari Langsung Unggahan Yurizal

Selain meminta maaf, Tamara juga memberikan penjelasan terkait polemik yang menyeret namanya. Dia membantah pernah memberikan komentar langsung pada unggahan Yurizal maupun keluarga almarhum.

Menurutnya, komentar yang menjadi viral justru ditulis di utas milik pengguna lain yang sedang membahas persoalan BPJS Kesehatan.

"Saya tidak pernah komentar langsung di utas yang ditulis oleh kerabat almarhum. Silakan cek utas beliau tersebut, adakah komentar saya? Saya komentar di utas pihak lain untuk mencoba meluruskan masalah yang menurut saya penggiringan opini buruk soal BPJS," ujarnya.

dr Tamara menilai unggahannya kemudian dikaitkan dengan kasus Yurizal oleh pihak lain dan diperkuat oleh algoritma media sosial sehingga memunculkan kesan seolah-olah komentarnya ditujukan kepada almarhum.

Sebagai informasi, dr Tamara menjadi salah satu dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang belakangan menyampaikan permintaan maaf setelah polemik komentar kepada Yurizal memicu kecaman publik.

Sebelumnya, dr Benny Christian Sihombing, dr Elda Putri Rahardini, Widhiyarini Pangestika, Hilda Clarissa Theophilus, hingga Norma Zahara juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas komentar mereka di media sosial.

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di Threads pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan. Unggahan tersebut kemudian dibalas sejumlah komentar bernada sinis dari akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan.

Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan meninggalnya Yurizal dengan lamanya menunggu ruang rawat inap, komentar-komentar yang viral tersebut memicu sorotan terhadap etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut