Dr Naek L Tobing, Seksolog Terkenal Era 80-an yang Meninggal di Usia 79 Tahun

Siska Permata Sari ยท Senin, 06 April 2020 - 16:53 WIB
Dr Naek L Tobing, Seksolog Terkenal Era 80-an yang Meninggal di Usia 79 Tahun

Dr Naek L Tobing meninggal dunia. (Foto: Akun Dormahn Pinda Hutajulu)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari dunia medis di Tanah Air. Setelah kabar kepergian para tenaga medis, termasuk belasan dokter yang menangani virus corona (Covid-19), kini Indonesia kembali kehilangan seksolog ternama era 1980-an, Dr Naek L Tobing.

Naek L Tobing dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan. Kepergiannya juga mengundang duka yang mendalam bagi netizen.

Kabar itu pertama diketahui dari pesan berantai yang diterima iNews.id, Senin (6/4/2020) sore. “Lae Dr Naek L Tobing tadi pagi Jam 10 .11 wib. Mohon doanya. Kami yang berdukacita : Dr Marion Aritonang (istri) Dr Panahatan Aritonang (anak) Thomson Aritonang (anak),” demikian isi pesan tersebut.

Berikut ini sosok dan profilnya yang iNews.id rangkum, Senin (6/5/2020).

Putra Samosir

Naek L Tobing atau lengkapnya Naek Lumban Tobing lahir di Pulau Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940. Sebagai putra Samosir, dia menempuh pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan lulus tahun 1966.

Menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis di UI

Setelah lulus dari USU, Dr Naek melanjutkan pendidikannya ke program pendidikan dokter spesialis di bidang kesehatan jiwa di Universitas Indonesia. Dia lulus pada 1976 dan sempat tergabung dalam organisasi Ikatan Dokter Jiwa Indonesia (IDAJI).

Seksolog terkenal

Selama hidupnya, suami Dr Marion Aritonang terkenal sebagai seksolog yang mengarang sejumlah buku. Di antaranya Masalah dan Solusi (1994), Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri. Dia juga kerap tampil mengisi rubrik seksologi di berbagai majalah dan surat kabar nasional. Salah satu isu yang menjadi fokusnya adalah fenomena mikropenis, yang mana ada dalam bukunya ‘Bahaya Terlambat Atasi Mikropenis akan Menderita Seumur Hidup’.

“Sekitar 80 persen pasien mikropenis umur 8 s/d 12thn belakangan ini disebabkan karena obesitas. Dampak paling berat tidak bisa disunat kalau dipaksakan sunat, sangat ditakutkan luka sunat akan tertutup kembali dan setelah sunat penis tetap kecil,” tulis Dr Naek L Tobing semasa hidupnya, seperti dikutip dari Instagram.

Editor : Tuty Ocktaviany