Fenomena Nonton Gratis Rugikan Industri Film Indonesia, Ini Kata Joko Anwar

Siska Permata Sari ยท Senin, 13 Januari 2020 - 18:20 WIB
Fenomena Nonton Gratis Rugikan Industri Film Indonesia, Ini Kata Joko Anwar

Sutradara Joko Anwar menilai pembajakan merusak seluruh industri film. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Data terbaru mengungkapkan sebanyak 63 persen konsumen Indonesia mengakses situs-situs web streaming bajakan untuk menonton film maupun drama secara gratis. Terkait dengan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) telah memblokir lebih dari 1000 situs pembajakan dan aplikasi ilegal.

Melihat fenomena ini, sutradara Joko Anwar mengatakan bahwa pembajakan bukanlah kejahatan tanpa korban.

"(Pembajakan) itu merugikan seluruh industri film, menghambat pertumbuhannya yang pada gilirannya mengurangi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk bekerja di lapangan dan mengancam kehidupan mereka yang sudah bekerja di industri kami," kata sutradara 'Gundala' tersebut seperti dikutip dari siaran pers diterima iNews.id, Senin (13/1/2020).

Tindakan penegakan hukum di seluruh dunia (termasuk di Asia Tenggara) telah mengungkap jutaan dolar AS dalam pendapatan ilegal yang dibuat oleh sindikat pencurian konten dalam periode waktu yang relatif singkat.

Kerugian ekonomi dari pembajakan berdampak pada seluruh industri konten. Menurut Digital TV Research yang berbasis di London, pembajakan TV dan film online merugikan industri konten sekitar 31,8 miliar dolar AS dalam pendapatan global pada 2019 dan akan mencapai 51,6 miliar dolar AS pada 2022.

Kerugian ekonomi kemungkinan akan menyebabkan konsekuensi sosial ketika industri konten kreatif secara bersamaan menerima pukulan besar. Dengan pembajakan yang merajalela, pendapatan menjadi lebih sedikit bagi industri konten untuk tumbuh dan membuat konten baru.

Kerugian itu juga dikonfirmasi oleh Menteri Kominfo RI Johnny G Plate. "Mengakses film-film bajakan akan berdampak buruk bagi Indonesia. Dalam jangka panjang, itu menghambat kreativitas anak-anak bangsa kita sendiri," tuturnya.

Kerugian finansial yang disebabkan oleh pembajakan daring terhadap industri kreatif Indonesia tidak dapat disangkal lagi. Namun, kerugian yang terjadi pada konsumen justru baru mulai dipahami, di mana kerugian tersebut disebabkan oleh adanya hubungan antara pembajakan konten dan malware.

Selain itu, mengakses situs web pembajakan seperti indoXXi sangat berisiko untuk konsumen. Sayangnya, banyak pengguna yang belum menyadari risiko nyata dari infeksi malware saat mengakses situs pembajakan.

Jenis malware yang tertanam dalam iklan atau file konten dapat mencakup malware yang sangat berbahaya seperti ransomware atau trojan akses jarak jauh yang memungkinkan peretas untuk mengaktifkan dan merekam dari webcam perangkat tanpa diketahui oleh korban.

"Ada peluang emas bagi Indonesia untuk berada digaris depan dalam melakukan apa yang adil dan pantas, dan menjadi pelopor di Wilayah APAC. Sekarang saatnya untuk berubah," kata Neil Gane, General Manager, AVIA Coalition Against Piracy (CAP).


Editor : Tuty Ocktaviany