Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fiersa Besari Sentil Orang Tua Tinggalkan Balita di Gunung Prau: Minta Maaf Harus ke Anak
Advertisement . Scroll to see content

Fiersa Besari Khawatir Balita yang Ditinggal Orang Tua di Tenda Alami Trauma

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:45:00 WIB
Fiersa Besari Khawatir Balita yang Ditinggal Orang Tua di Tenda Alami Trauma
Fiersa Besari menyoroti potensi trauma yang dialami anak yang ditinggal orang tua di Gunung Prau menangis sendirian tanpa pendamping. (Foto: IG Fiersa Besari)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Musisi sekaligus pendaki Fiersa Besari mengkhawatirkan kondisi psikologis balita yang ditinggalkan sendirian di dalam tenda saat kedua orang tuanya mendaki hingga ke puncak Gunung Prau. Dia menyoroti potensi trauma yang dialami anak tersebut setelah menangis sendirian tanpa pendamping.

Fiersa menyampaikan pandangannya melalui Instagram Story setelah menerima banyak pesan dari pengikutnya yang meminta tanggapan terkait kasus tersebut.

Menurut Fiersa, kecaman terhadap orang tua balita itu telah disampaikan oleh banyak warganet. Namun, dia memilih menyoroti tanggung jawab orang tua dan dampak yang mungkin dialami anak akibat kejadian tersebut.

“Rasanya, perihal mengutuk dan menyumpahi orang tuanya, sudah diwakilkan oleh sebagian besar netizen yang membaca beritanya,” tulis Fiersa.

Meski tidak ikut melontarkan sumpah serapah, Fiersa menegaskan dirinya tidak membenarkan keputusan orang tua meninggalkan anak dalam kondisi tersebut. Dia bahkan mempertanyakan kesiapan seseorang untuk menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.

“Saya sendiri tidak membenarkan perilaku orang tuanya. Sampai mikir, ‘Ternyata gak semua orang yang bisa bikin anak, pantas merawat anak,’” lanjutnya.

Fiersa juga menyoroti video permintaan maaf yang dibuat ayah balita setelah peristiwa tersebut viral. Dia mempertanyakan alasan permintaan maaf itu justru ditujukan kepada masyarakat, bukan kepada anak yang ditinggalkan.

“Ketika sang ayah bikin video permintaan maaf pun saya bingung. Kenapa minta maaf sama orang-orang? Minta maaf tuh sama anaknya. Trauma lho itu,” tulisnya.

Kronologi Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau

Kasus ini bermula dari beredarnya video balita yang menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau. Anak tersebut dilaporkan ditinggalkan sekitar satu jam ketika kedua orang tuanya melanjutkan perjalanan menuju puncak atau melakukan summit.

Rombongan pendaki lain yang mengetahui kondisi balita tersebut kemudian memberikan pertolongan. Peristiwa ini memicu kecaman warganet karena dinilai membahayakan keselamatan anak.

Berdasarkan unggahan akun Instagram Ranger Prau pada Sabtu (17/10/2026), kedua orang tua balita itu mendatangi basecamp untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi.

Mereka menjelaskan sang anak sedang tidur ketika ditinggalkan. Orang tua tersebut mengaku telah menitipkan balita itu kepada seorang teman yang mendirikan tenda bersebelahan.

Namun, saat balita terbangun dan menangis, teman yang dititipi disebut justru tertidur. Mereka juga meminta agar video anak tersebut segera dihapus.

Penjelasan itu turut mendapat tanggapan dari Fiersa. Menurutnya, menitipkan anak kepada orang lain yang kemudian tertidur tidak bisa dijadikan pembenaran untuk meninggalkan balita sendirian di dalam tenda.

“Sempat lihat penjelasannya, katanya menitipkan pada kawannya, dan kawannya ketiduran. Tetap bloon aja menurut saya mah (mohon maaf),” tulis Fiersa.

Kasus balita yang ditinggalkan di tenda Gunung Prau menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan dalam kegiatan pendakian. Terlebih, ketika anak-anak ikut dalam perjalanan, orang tua perlu memastikan kebutuhan dan keselamatan mereka tetap terjaga, tanpa mengesampingkannya demi mencapai puncak.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut