Hadiri Inacraft 2019, Rasakan Sensasi Menenun Sarung BHS Secara Manual

Diaz Abraham ยท Sabtu, 13 April 2019 - 09:01 WIB
Hadiri Inacraft 2019, Rasakan Sensasi Menenun Sarung BHS Secara Manual

Hadiri Inacraft 2019, rasakan sensasi menenun sarung BHS secara manual

JAKARTA, iNews.id - Menenun secara manual adalah warisan nenek moyang yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Teknik ini telah turun temurun diwariskan kepada generasi baru hingga akhirnya banyak model kain tenun tercipta.

Mendekati Bulan Suci Ramadan seperti sekarang, salah satu olahan kain tenun yang dicari oleh umat muslim adalah sarung. Tak hanya sebagai bentuk ketaatan pada agama, sarung merupakan identitas kebudayaan dari umat muslim di Tanah Air.

Namun sekarang, kita tahu bagaimana sulitnya menenun dengan tangan tanpa bantuan mesin. Sehingga tidak jarang bila kain yang dihasilkan memiliki harga yang sangat mahal dan memakan waktu cukup lama sehingga kain tenun kini bisa diproduksi dengan bantuan mesin.

Salah satu perusahaan yang menghasilkan kain sarung tenun berkualitas baik dengan mesin maupun tangan adalah Behaestex. Berdiri sejak tahun 1953 perusahaan dengan merek dagang BHS ini menjadi pilihan konsumen karena selalu menjaga kualitas olahannya dengan serangkaian proses pengecekan.

Keunggulan sarung BHS terletak pada keunikan motif yang elegan dan ekslusif, warna cenderung maskulin, mayoritas dalam warna solid, motif grafis geometri tegas. Sarung BHS memiliki kelas-kelas yang menggambarkan harga dan tingkat kerumitan motif sebagai berikut:

1. Masterpiece, ditenun dengan ATBM, komposisi bahan Sutra mix, Letter tumpal BHS mendatar, Tumpat motif songket
2. Signature, Ditenun dengan ATBM, komposisi Bahan Sutra Mix, Tumpal BHS mendatar, Tumpal Motif songket
3. Royal , ditenun dengan ATBM, komposisi Bahan Sutra Mix, Tumpal BHS mendatar, Tumpal Motif songket
4. Excelent, ditenun ATM, komposisi Bahan Mercerized, Tumpal BHS vertikal, Tumpal Motif songket
5. Classic, ditenun ATM, komposisi Bahan Mercerized Mix , Tumpal BHS vertikal, Tumpal Motif Kembang.

Sarung BHS dikenal memiliki harga premium, hal ini karena beberapa corak dan motif tertentu seperti Songket Gunung, dibutuhkan waktu hampir satu minggu untuk pembuatan satu kainnya. Selain motif Songket, ada motif Tenun Ikat yang membutuhkan persiapan detail sebelum benangnya ditenun.

Secara garis besar, proses pembuatan sarung tenun dari bahan sutera ini terbagi dalam 11 tahap. Bila ingin menikmati sensasi menenun secara manual, Anda bisa datang ke stand Sarung BHS di Lobby Hal A Exhibiton Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta dalam acara pameran INACRAFT 2019.

Selain menikmati menenun dengan tangan, dalam acara nanti Anda bisa mendapat produk BHS terbaru dengan harga khusus. Jadi jangan sampai lupa kunjungi standnya ya


Editor : Dini Listiyani