Hari Batik Nasional: Kenali Ratusan Pola Batik lewat Google Arts & Culture

Siska Permata Sari ยท Jumat, 02 Oktober 2020 - 13:57:00 WIB
Hari Batik Nasional: Kenali Ratusan Pola Batik lewat Google Arts & Culture
Kenali ratusan pola batik lewat Google Arts & Culture. (Foto: Google)

JAKARTA, iNews.id - Merayakan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Google Arts & Culture bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Museum Tekstil Jakarta, dan Yayasan Batik Indonesia (YBI), mengumumkan tambahan terbaru untuk halaman Batik di Google Arts & Culture. Kini, halaman tersebut berisi lebih dari 1.100 tekstil Indonesia dalam resolusi ultra-tinggi yang ditangkap dengan Art Camera.

Koleksinya meliputi 900 batik dengan 45 pola batik baru, 200 tradisi tekstil Indonesia lainnya seperti ikat, ulos, dan songket. Selain itu, ada pula 23 cerita digital yang imersif pilihan kurator ahli, materi edukasi yang terintegrasi dan dapat diunduh bagi para pengajar, pelajar, orangtua, serta sorotan UKM batik lokal.

“Inisiatif ini merayakan batik, kain kebanggaan Indonesia, dengan membagikannya kepada lebih banyak audiens, memudahkan pembelajaran dan membantu industri lokal untuk berkembang,” kata Direktur Cultural Institute and Art Project di Google Amit Sood seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (2/10/2020).

“Dengan melakukannya, kami juga ingin menunjukkan rasa hormat kepada keterampilan seni, kreativitas, dan ketangguhan orang-orang Indonesia, khususnya para seniman yang melestarikan kerajinan ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Batik Indonesia telah diakui dunia sebagai kekayaan budaya sejak sebelas tahun lalu. Sejak saat itu, telah banyak kemajuan yang dicapai dalam upaya bersama antara pemerintah dan berbagai komunitas untuk meningkatkan kesadaran publik dan mempromosikan nilai non-material dalam batik.

Namun, dunia tengah melambat karena pandemi yang sangat memengaruhi perekonomian, termasuk industri kreatif seperti industri busana.

Pada April, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan terjadi pengurangan 2,1 juta pekerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Industri batik sedang mengalami kesulitan karena pandemi. Yang paling terdampak adalah usaha kecil dan menengah (UKM), atau industri akar rumput. Sejauh ini, pengusaha batik telah melaporkan bahwa penjualan mereka menurun drastis hingga sekitar 30 persen,” kata Ketua Galeri Batik YBI Periode 2010-2019 dan aktivis Yayasan Batik Indonesia Dr Tumbu Ramelan.

“Cara ini tidak hanya dapat menunjukkan keindahan karya seni kebanggaan nasional kita, tetapi juga memungkinkan orang-orang untuk belajar lebih lanjut tentang ribuan pola batik yang ada dan semoga membantu industrinya, yang meliputi 200.000 pembuat batik di seluruh Nusantara,” ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany