Hari Batik Nasional, Yuk Kenali Sejarah dan Motifnya

Siska Permata Sari · Selasa, 02 Oktober 2018 - 13:42:00 WIB
Hari Batik Nasional, Yuk Kenali Sejarah dan Motifnya

JAKARTA, iNews.id - Hari Batik Nasional diperingati Indonesia guna meningkatkan kecintaan kita pada kain batik yang merupakan Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Perayaan Hari Batik ini jatuh setiap 2 Oktober karena UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia dari Indonesia pada Oktober 2009.

Di hari bersejarah itu, peta keragaman batik Indonesia oleh Hokky Situngkir dibuka bagi masyarakat umum untuk pertama kalinya oleh Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia di Jakarta. Sejak saat itu, pemerintah mendukung masyarakat Indonesia mengenakan busana batik di Hari Batik Nasional dan setiap Jumat.

Di Indonesia, batik bukan lagi menjadi busana yang dikenakan hanya untuk acara formal atau resmi. Tetapi juga di hari kerja, hang out bersama teman, pergi ke mall, hingga liburan. Motif batik juga lebih beragam dan banyak mendapatkan sentuhan modern untuk fashion-nya.

Namun di antara banyaknya motif batik yang ada di Indonesia, serta modifikasi-modifikasi modern, ada sejumlah motif batik yang sangat populer. Apa saja ya? Yuk simak informasinya, seperti dirangkum iNews.id, Selasa (2/10/2018).

Motif Batik Parang

Motif batik ini sudah dikenal sejak Mataram Kartasura. Batik parang sendiri memiliki nilai filofosi yang tinggi, berupa petuah agar tidak pernah menyerah sebagaimana ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Motif pada batik parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Di zaman dulu, batik parang di masa lalu merupakan hadiah bangsawan kepada anak-anaknya. Jenis-jenis motif batik parang, di antaranya parang klitik dan parang rusak.

Motif Batik Geometri

Motif batik geometris berbentuk ornamen-ornamen yang merupakan susunan geometris. Contoh dari motif batik ini, di antaranya gambir saketi, limaran, sriwedari, dan tirta reja.

Motif Batik Banji

Motif batik banji ini memiliki makna keteraturan dalam kehidupan atau kunci perhiasan yang terkunci rapat. Misalnya, banji bengkok.

Motif Batik Tumbuh-tumbuhan Melanjar

Motif ini memiliki makna bahwa adanya kesinambungan antara manusia dan alam yang indah dan harmonis. Misalnya, motif batik cokrak-cakrik, luwung klewer, dan semen yogya.

Motif Batik Bunga

Motif bunga dan daun secara sederhana berartikan suatu keindahan, kecantikan, dan kebahagiaan. Motif ini bentuknya sederhana seperti dedaunan. Ini juga dapat berarti sebagai wahyu Tuhan untuk menggapai suatu cita-cita. Seperti kenaikan pangkat, penghargaan, kehidupan yang baik, dan rizki yang berlimpah. Jenis batik ini misalnya berbentuk kembang kenikir dan truntum.

Motif Batik Satwa

Sesuai namanya, motif batik satwa diambil dari bentuk-bentuk hewan yang dimodifikasi. Biasanya, figur-figur binatang yang ada pada batik ini memiliki makna yang dalam dan berbeda-beda, misalnya figur burung yang menggambarkan suatu kebebasan, figur gajah yang memiliki arti kekuatan yang besar, dan lain sebagainya. Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan. Contoh motif batik satwa ada pada batik gringsing dan  sido mukti.

(Foto: iNews.id/Musa Widyatmodjo)


Editor : Tuty Ocktaviany