Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sering Ngantuk dan Lemas setelah Makan? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Melonjak
Advertisement . Scroll to see content

Hati-Hati Ngantuk Berat Usai Makan Bisa Jadi Alarm Risiko Penyakit Jantung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:45:00 WIB
Hati-Hati Ngantuk Berat Usai Makan Bisa Jadi Alarm Risiko Penyakit Jantung
Ngantuk menjadi tanda adanya lonjakan gula darah yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rasa mengantuk, lemas, atau sulit berkonsentrasi setelah makan sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, kondisi tersebut ternyata bisa menjadi tanda adanya lonjakan gula darah yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa peningkatan gula darah setelah makan memang merupakan respons normal tubuh. Akan tetapi, jika kadar gula darah melonjak terlalu tinggi dan terjadi berulang kali, kondisi tersebut tidak boleh disepelekan.

"Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini gak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kita sadar," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurut dr Cecep, salah satu tanda yang bisa muncul ketika gula darah mengalami lonjakan adalah tubuh terasa cepat lelah, mengantuk berat, hingga kehilangan fokus setelah makan.

Kenaikan gula darah yang terjadi secara berulang dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam mengatur kadar glukosa. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan penyakit kardiovaskular.

Untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan, dr Cecep menyarankan agar masyarakat tidak langsung duduk diam atau berbaring. Menggerakkan tubuh setelah makan dapat membantu otot menyerap glukosa sebagai sumber energi.

"Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake," katanya.

Dia membagikan beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setelah makan. Pertama, hindari duduk terlalu lama atau rebahan setelah makan. Sebisa mungkin tetap berdiri atau melakukan gerakan ringan agar otot tetap aktif.

Kedua, berjalan kaki santai selama sekitar 10 menit setelah makan dapat membantu tubuh menggunakan kelebihan gula dalam darah. Aktivitas ringan ini juga dapat dilakukan tanpa memerlukan olahraga berat.

Ketiga, bagi orang yang harus tetap duduk bekerja, dr. Cecep menyarankan melakukan gerakan soleus push-up atau jinjit berulang. Gerakan ini dilakukan dengan menekan ujung kaki ke lantai lalu mengangkat tumit secara berkala.

"Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik," ujarnya.

Menurut dr Cecep, kebiasaan bergerak singkat setelah makan juga didukung penelitian terhadap 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas ringan yang dilakukan secara berkala setelah makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut bukan pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat secara menyeluruh.

"Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan doktermu," katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut