Ini Cerita Perjalanan Stevan Pasaribu, Pelantun Lagu Sempat Kehilangan yang Sukses Jadi Penyanyi Top

Nur Afidah Zalfalia Sagit ยท Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:00:00 WIB
Ini Cerita Perjalanan Stevan Pasaribu, Pelantun Lagu Sempat Kehilangan yang Sukses Jadi Penyanyi Top
Cerita sukses Stevan Pasaribu. (Foto: YouTube)

JAKARTA, iNews.id - Pernah dengar lagu berjudul Sempat Kehilangan yang viral di TikTok? Berikut cerita perjalanan Stevan Pasaribu hingga bisa sukses.

Dalam video di channel YouTube, Agie Prakasya mengundang Stevan untuk bercerita. Mulai dari perjalanan kariernya, hingga momen ketika Stevan harus berpisah dengan sang ayah.

Berasal dari sebuah kota kecil di Sumatera Utara, Stevan lahir di Padang Sidempuan.

Kedua orangtua Stevan adalah guru musik di daerahnya, tak heran jika bakat bernyanyi yang dimilikinya itu sudah terlihat dan terlatih sejak kecil.

“Mama gua itu ngajar musik di SMP, dan Bapak gua itu ngajar alat music,” ujar Stevan.

Sering menyaksikan sang kakak berlatih nyanyi, membuat Stevan mulai bernyanyi sejak usia 3 tahun.

“Kakak gua lagi latihan nyanyi, tiba-tiba gua ikutan nyanyi,” katanya.

Semenjak itu orang tua Stevan fokus melatih Stevan untuk menjadi penyanyi.

Pertama kali nyanyi di depan banyak orang, Stevan bernyanyi di acara Natal saat dirinya masih duduk di kursi TK.

Sangat lucu, rupanya di penampilan pertamanya itu sempat terjadi masalah, di mana dirinya tidak masuk ke rundown acara.

Hal itu membuat banyak penonton yang sudah bergegas pulang ketika Stevan akan menyanyi.

Melihat hal itu, Ayah Stefan langsung menutup pintu dan meminta orang-orang untuk menyaksikan anak bungsunya ini menyanyi.

Sejak saat itulah bakat menyanyi Stefan terus dilatih, hingga dia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan kuliah jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta.

Sampai di semester 2, Stevan harus dihadapkan dengan ayahnya yang jatuh sakit sampai koma di rumah sakit.

“Gua semester 2, dia tiba-tiba pas naik jabatan kena stroke selama 14 hari,” kata Stefan menceritakan ketika ayahnya jatuh sakit.

Berada jauh di Jakarta dan sedang ujian, membuat Stevan tidak bisa berada di samping sang Ayah selama di rumah sakit.

Sampai hari ke-13, sang kakak menyuruh Stefan pulang untuk menjenguk sang ayah.

Sangat kaget, Stefamelihat keadaan sang ayah yang sudah koma. Melihat keadaan itu, Stefan langsung menyanyikan lagu rohani kesukaan sang ayah di telinganya.

“Gua nyanyi di telinga dia, dan bapak gua nangis waktu itu. Tapi dengan mata satu udah mati, satu lagi tertutup.”

Sampai pada hari ke-14, sang ayah harus menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan Stefan dan keluarga.

Di momen itu, Stemelihat langsung momen ketika sang Ayah dicabut nyawanya. Gak heran jika saat itu adalah momen terakhir Stevan meneteskan air mata.

Jika dikembalikan waktu, Stefan sangat ingin membahagiakan sang Ayah, karena dia merasa dirinya belum cukup membuat ayahnya bahagia.

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel: