Instagram Tasya Farasya Kena Shadow Ban usai Posting Karhutla? Faktanya Mengejutkan!
Bahkan, jika masih ada pihak yang menilai langkahnya sebagai bentuk ketidakpekaan atau *tone-deaf*, Tasya mengaku tidak dapat mengendalikan cara orang lain memandang dirinya.
Baginya, upaya membantu masyarakat terdampak karhutla berangkat dari rasa peduli terhadap kondisi yang mereka hadapi, bukan untuk membangun citra atau mencari validasi publik.
Shadow ban merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dugaan pembatasan jangkauan atau visibilitas konten di media sosial tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.
Dalam kondisi yang diduga mengalami pembatasan semacam ini, konten bisa dianggap lebih sulit ditemukan atau menjangkau audiens yang biasanya melihat unggahan pemilik akun.
Meski demikian, istilah shadow ban tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan penyebab turunnya jumlah penonton suatu konten. Penurunan jangkauan dapat terjadi karena berbagai faktor dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Dalam kasus Tasya Farasya, angka sekitar 85 ribu penonton pada Instagram Story tentang karhutla menjadi dasar kecurigaannya. Namun, angka tersebut belum membuktikan bahwa Instagram sengaja membatasi akunnya karena menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan.
Terlepas dari dugaan shadow ban yang diungkapkannya, Tasya tetap memiliki rencana untuk membantu masyarakat terdampak karhutla melalui posko ruang aman asap yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 23 Oktober.
Editor: Muhammad Sukardi