Jakarta Youth Performing Arts Angkat Isu KDRT lewat Drama Musikal Carrie

Fajar Adityo Nugroho ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 19:17 WIB
Jakarta Youth Performing Arts Angkat Isu KDRT lewat Drama Musikal Carrie

Drama Musikal Carrie angkat isu kekerasan dalam rumah tangga (Foto : iNews.id/Fajar Nugroho)

JAKARTA, iNews.id - Jakarta Youth Performing Arts menggelar drama musikal berjudul Carrie The Musical. Pagelaran yang diambil dari karya Stephen King, dan pernah diangkat film oleh Kimberly Pierce ini digelar pada 17-18 Januari 2020, di Gedung Kesenian Jakarta.

Tidak hanya menyajikan pertunjukan teatrikal, karya ini juga memiliki pesan yang disampaikan oleh anak-anak muda Global Jaya School. Mereka mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sesuai dengan tema cerita Carrie.

"Jadi kita memilih cerita Carrie karena sama-sama suka. Kita pelajari musikalnya dan ternyata ada isu yang menarik dalam cerita tersebut mengenai KDRT. Ini yang harus kita bikin," ujar Aqsa Suryana selaku produser dan sutradara Carrie The Musical saat ditemui di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Sementara itu, Aisha Servia yang juga sutradara Carrie The Musical menambahkan, ada banyak isu kekerasan yang ingin disampaikan dalam Carrie The Musical, mulai dari bullying, KDRT, dan banyak lagi.

"Kami berharap dengan teater ini bisa membuat para korban berbicara dan tidak ada tabu lagi bagi korban KDRT. Semoga tabunya mulai hilang untuk membahas isu ini, yang berdampak pada banyak orang," ujarnya.

Jakarta Youth Performing Arts mendukung penuh anak-anak muda yang tertarik dengan teater. Mereka melibatkan semua produksi hingga pemain yang terdiri dari anak-anak untuk mengembangkan bakat yang dimiliki.

"JYPA berdiri empat tahun lalu dan memberikan wadah bagi anak-anak biar mereka punya sesuatu untuk ditampilkan. Jadi, kita bikin satu yang semuanya dibuat oleh anak-anak, mulai dari pemain hingga produksi," ujar Aisya Nabila pencetus komunitas Jakarta Youth Performing Arts.

JYPA berharap, pementasan Carrie The Musical ini bisa memberikan edukasi ke semua orang di Indonesia dengan isu KDRT yang diangkat.

Mereka juga bekerjasama dengan LBH APIK (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) memberikan pendampingan, serta akses layanan hukum kepada penyintas.

"Pesannya sangat connected banget dan kita berkolaborasi dengan LBH APIK untuk memberikan Carrie The Musical ini bukan hanya pentas saja. Masyarakat Indonesia juga bisa mendapat edukasi tentang isu-isu domestical abuse," kata Aisya.

Aqsa Suryana menambahkan, dia berharap, Carrie The Musical ini bisa dilihat banyak orang, karena ada film dan bukunya. Bahkan, bisa membuat orang tertarik karena ada versi teaternya.

"Selain menyebarkan isu-isu tersebut, kami berharap Carrie The Musical dan produksi-produksi JYPA sebelumnya bisa membuat orang-orang sadar. Kami sebagai pemuda juga dapat membuat satu karya yang orang-orang lihat itu enggak asal-asalan. Selain itu, ada banyak kesempatan untuk anak muda berkarya dalam seni," ujar Aqsa.

Drama musikal ini berkisah tentang seorang ibu bernama Margarete White dan anak perempuannya, Carrie White. Margarete mengalami marital rape oleh suaminya, dan lahir Carrie. Dari kejadian tersebut, Margarete pun menyalahkan diri sendiri. Karena rasa bersalah itu, Margarete menutupi realitas kehidupan kepada Carrie.


Editor : Vien Dimyati