Jerinx Jadi Tersangka, Nora Alexandra: Saya Tidak Akan Meninggalkan Dia

Siska Permata Sari ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:17:00 WIB
Jerinx Jadi Tersangka, Nora Alexandra: Saya Tidak Akan Meninggalkan Dia
Nora Alexandra menuliskan kalimat dukungan untuk Jerinx (Foto : Instagram )

JAKARTA, iNews.id - Drummer Superman is Dead (SID) Jerinx resmi menyandang status tersangka, Rabu (12/8/8) kemarin. Status tersangka tersebut ditetapkan oleh Polda Bali lantaran kasus unggahan di media sosial milik Jerinx yang disebut mengandung ujaran kebencian.

Terkait dengan kabar tersebut, sang istri, Nora Alexandra menuliskan kalimat dukungan untuk sang suami di Instagram. Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Nora berjanji untuk tidak meninggalkan Jerinx.

“Saya akan selalu ada di kondisi terpuruk dia. Apa pun saya ada, saya tidak akan meninggalkan dia!” kata Nora seperti dikutip dari Instagram Story-nya, Kamis (13/8/2020).

Dia juga berpesan pada suaminya itu untuk menghadapi proses hukum tersebut. “Hadapi proses ini, jika sudah bebas nanti kelak kau akan ada cerita ketika kau di dalam sana,” katanya.

Model cantik tersebut juga mengungkapkan, dia tak kuasa menahan air mata ketika tahu suaminya berstatus tersangka dan harus ditahan.

“Saya tidak mau memperlihatkan sedih / berlinang air mata saat tadi di depan suami saya, saya mau dia kuat, sebab dia selalu memikirkan saya, dia tahu saya manja sekali dengan dia, apa2 selalu dia siapkan untuk saya,” katanya.

“Tapi saat saya sudah pulang, air mata saya tak bisa dibendung, Nora kamu berhak menangis, suami saya biasa bersama saya, sekarang harus jauh,” tulisnya.

View this post on Instagram

A post shared by MADAM VLAMINORA (@ncdpapl) on

Seperti diketahui, Jerinx dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali atas dugaan pencemaran nama baik. Sebelumnya ia telah menjalani pemeriksaan pertama pada Kamis (6/8/2020). Jerinx kembali diperiksa polisi di Polda Bali pada Rabu (12/8) kemarin dan ditetapkan sebagai tersangka.

Jerinx dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang ujaran kebencian kepada kelompok masyarakat tertentu. Pria bernama lengkap I Gede Ari Astina itu terancam pidana penjara maksimal 6 tahun.

Editor : Vien Dimyati