Katarak Cuma Bisa Disembuhkan dengan Operasi? Ini Kata Dokter
Gejala katarak kerap muncul secara perlahan, sehingga banyak penderita yang terlambat menyadarinya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Pandangan tampak berkabut atau seperti tertutup asap
- Silau saat melihat cahaya terang, terutama saat malam hari atau hujan
- Penglihatan buram yang semakin memburuk
- Perubahan dalam melihat warna
- Ukuran kacamata yang sering berubah
- Fenomena second sight, yakni penglihatan dekat membaik sementara penglihatan jauh menurun
- Tidak disertai nyeri atau mata merah
- Pada tahap lanjut, muncul titik putih pada lensa mata
Aksi Nyata Pahlawan Kebaikan Bersama MNC Peduli untuk Penderita Katarak
Jika gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas, pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan.
Selain faktor usia, terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko katarak, di antaranya:
- Paparan sinar ultraviolet berlebih
- Riwayat trauma atau operasi mata
- Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang
- Penyakit seperti diabetes dan obesitas
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Untuk memastikan diagnosis katarak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dimulai dari wawancara medis untuk mengetahui keluhan pasien, hingga pemeriksaan mata seperti tes ketajaman penglihatan, bio-mikroskopi untuk menilai kekeruhan lensa, serta pemeriksaan retina dan saraf mata.
Salah satu tahap penting sebelum operasi adalah pemeriksaan biometri. Pemeriksaan ini bertujuan mengukur panjang bola mata dan kekuatan kornea untuk menentukan jenis serta kekuatan lensa tanam (intraocular lens/IOL) yang paling sesuai.
"Akurasi pemeriksaan biometri sangat menentukan hasil akhir operasi. Karena setiap mata memiliki karakteristik berbeda, maka lensa yang digunakan juga harus disesuaikan," ujar dr Amir.