Kenang Kebaikan Komedian Temon, Mongol: Dia Tak Pernah Merasa Senior
Tak hanya rendah hati, Temon juga dikenal perhatian terhadap perkembangan karier teman-temannya. Mongol mengenang momen saat dirinya mendapatkan kesempatan pertama bermain sinetron. Temon menjadi salah satu orang pertama yang memberikan ucapan selamat.
"Dan di saat gua dapat sinetron pertama, kan beliau yang ucapin selamat. 'Pecah telor ya Ngol.' Jadi beliau adalah sosok abang yang bener-bener abang, mentor, sahabat yang bener-bener tidak merasa dia lebih unggul," ucapnya.
Mongol juga menilai latar belakang pendidikan psikologi yang dimiliki Temon turut membentuk kepribadiannya yang tenang dan bijaksana. Menurutnya, almarhum bukan sosok yang banyak bicara, tetapi setiap nasihat yang disampaikan selalu menenangkan.
Selain itu, Temon juga banyak mengajarkan berbagai hal terkait teknik tampil di depan kamera. Ilmu dan pengalaman yang dibagikan almarhum menjadi kenangan berharga bagi Mongol.
"Beliau sangat apa ya, tidak merasa bahwa dia senior. Duduk bareng, tepok-tepokan ke sini. Saya yakin dan percaya beliau adalah seorang seniman yang punya hati untuk menghibur orang, pasti tempatnya juga yang layak," katanya.
Mongol berharap seluruh kebaikan dan ilmu yang telah dibagikan Temon semasa hidup menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Bagi Mongol, Temon akan selalu dikenang sebagai seniman yang rendah hati, mentor, sekaligus sahabat yang tulus.
Editor: Dani M Dahwilani