Keren, Desainer Nita Senoadji Pamer Kain Wastra di Gelaran Jagantara
"Koleksi ini saya lebih menceritakan tentang wastra itu sendiri. Kaya ada motif lereng, terus ada bunga yang dari NTT dan NTB, ada juga flora dan fauna yang dilestarikan oleh DKI Jakarta dan sudah masuk undang-undang. Jadi kita buat dalam bentuk bordir,” ujarnya.
“Prosesnya bergantung, karena ada pengerjaan yang membutuhkan proses. Dua minggu satu baju. Kita juga angkat batik anak-anak yang berkebutuhan khusus. Batik corona dari anak-anak itu kita support. Batik corona, setiap desainer membuat dan saya wakilkan saya buat hiasan bordir yang menggambarkan anak-anak, mewakili mereka yang menggambar batk corona ini,” ujarnya.
Nita sendiri salah satu desainer yang memiliki kecintaan tinggi terhadap bordir. Hal itu berawal karena dia melihat para para pengrajin sudah mulai tergeser karena adanya bordir komputer. Hal itu membuat daerah Tasikmalaya dan sekitarnya kehilangan pekerjaan.
“Ketika itu saya ada kerjasama dengan pemerintah supaya mereka kita rekrut kembali jangan sampai hilang. Karena bordir ini kan seni yah. Nggak hanya di Garut dan Tasikmalaya saja, Kudus pun punya. Kita kembangkan dan pertahankan. Ini juga sebuah peninggalan dari wastra Indonesia yang nggak boleh hilang,” papar Nita.
Untuk acara Jagantara ini, Nita membuat koleksi sebanyak 100 look outer. Menurutnya outer sangat fleksibel dan bisa dipakai dengan jeans, dress, hingga baju formal.
“Kita lihat animonya tinggi sekali yah. Dengan acara ini semoga nggak hanya saya, tapi desainer muda mendapat wadah koleksinya bisa diperhitungkan,” katanya.
Seperti diketahui, acara Jagantara ini diinisiasi oleh Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation. Acara ini berlangsung mulai 29 Juli hingga 21 Agustus 2022 di Ashta District 8 Jakarta Selatan.
Editor: Elvira Anna