Kronologi Kasus Penipuan Jessica Iskandar dan Suaminya yang Rugi sampai Miliaran

Rilo Pambudi · Sabtu, 16 Juli 2022 - 22:03:00 WIB
Kronologi Kasus Penipuan Jessica Iskandar dan Suaminya yang Rugi sampai Miliaran
Kronologi Kasus Penipuan Jessica Iskandar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kronologi kasus penipuan Jessica Iskandar dan suaminya yang rugi sampai miliaran sedang santer menjadi sorotan.

Jedar telah melaporkan pria bernama Christoper Steffanus Budianto alias Steven ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan terhadap dirinya. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/2947/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 15 Juni 2022 soal kasus penipuan dan atau penggelapan yang tertuang dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Jedar dan suaminya, Vincent Verhaag mengaku menjadi korban penipuan seseorang dari sebuah jasa travel. Penipuan tersebut terkait beberapa transaksi sewa kendaraan mewah yang dilakukan Jedar kepada terduga pelaku. Lantas bagaimana kronologi kasus yang menimpa ibu satu anak tersebut?

Kronologi Kasus Penipuan Jessica Iskandar

Melalui kanal YouTube Jessica Iskandar, Jumat (15/7/2022), Jedar melakukan konferensi pers dan mengungkapkan bagaimana kronologi kasus dugaan penipuan tersebut.

Hal itu bermula ketika Jedar mendapatkan tawaran bisnis sewa mobil saat dirinya berada di Bali. Tawaran bisnis menggiurkan itu membuat Jedar akhirnya menyerahkan kendaraan pribadinya untuk disewakan.

"Penipuan ini bermula saat saya berpindah ke Bali, waktu 2020. Saya ditawarkan untuk endorse mobil oleh Triip.id dengan skema saya dipinjamkan mobil Alphard milik Triip.id selama satu minggu dengan imbalan mempromosikan Triip.id di Instagram," kata Jedar dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat yang dilansir iNews.id, Sabtu (16/7/2022).

"Saya menitipkan mobil pribadi saya, Alphard dengan plat nomor B 73 DAR untuk disewakan oleh Steven melalui perusahaannya, Triip.id, selama 1 (satu) tahun," sambungnya.

Terduga bernama Steven kemudian menjanjikan keuntungan puluhan juta rupiah kepada Jedar yang akan dibayar dalam jangka waktu 3 bulan. Tetapi, syaratnya harus menyerahkan STNK beserta BPKB kendaraan.

Jedar mengatakan bahwa dalih Steven meminta STNK dan BPKB adalah karena mobil Jedar akan disewakan kepada pejabat negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

"Steven menawarkan akan mengambil mobil tersebut di Jakarta dengan pembagian keuntungan Rp66 juta per 3 (tiga) bulan. Steven bilang kalau BPKB serta STNK harus disimpan oleh Steve, karena mobil tersebut akan disewakan ke salah satu aparat negara," cerita Jedar.

"Semua kendaraan mewah tersebut, Steven bilang akan disewakan oleh aparat serta pejabat negara serta akan disewakan untuk operasional kendaraan G20 di Bali dengan pembagian keuntungan yang berbeda-beda di setiap mobilnya. Keseluruhan hasil kerja sama tersebut akan dibayarkan per bulan oleh Steven," lanjutnya.

Tak hanya itu, Jedar juga mengaku dijanjikan sejumlah uang pecahan Dolar Amerika sebagai bagian dari keuntungan bisnis penyewaan mobil tersebut. Namun, semua itu ternyata hanya modus dari Steven untuk melakukan penipuan.

"Selain mobil-mobil mewah tersebut, ada pula uang sebesar US$30.000 yang diiming-imingi oleh Steven akan dibeli Rp15 ribu per dollar" ujar Jedar.

Setelah beberapa waktu, Jedar baru menyadari bahwa tidak pernah ada transfer keuntungan dari Steven. Bukti transfer yang selama ini dikirimkan ternyata adalah palsu.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda