Kronologi Lengkap Berlliana Lovell Alami Pelecehan Seksual saat Live TikTok, Merasa Direndahkan!
JAKARTA, iNews.id – SelebgramBerlliana Lovell mengungkap pengalaman tidak menyenangkan saat melakukan siaran langsung atau LIVE TikTok bersama kreator konten Amat Jelangskuy. Percakapan yang awalnya membahas suasana hati, berubah menjadi persoalan serius.
Kejadian tersebut membuat Berlliana Lovell kecewa hingga meminta Amat memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf. Dia pun mengungkapkan keberatannya melalui Instagram, sekaligus mengajak orang-orang yang pernah mengalami pelecehan agar berani berbicara.
Berlliana kini juga telah menunjuk Nanda Persada beserta tim sebagai kuasa hukum. Dia memilih menempuh jalur hukum agar persoalan tersebut ditangani oleh pihak berwenang.
Lantas, seperti apa kronologi lengkap insiden pelecehan seksual verbal yang dialami Berlliana Lovell hingga membuat dirinya merasa telah direndahkan sebagai perempuan oleh Amat Jelangskuy?
Dugaan pelecehan verbal itu bermula ketika Berlliana melakukan LIVE TikTok bersama Amat Jelangskuy. Dalam siaran tersebut, Amat mengaku suasana hatinya sedang tidak bagus.
“Sekarang mood-nya lagi gak bagus,” kata Amat, dikutip Kamis (15/10/2026).
Mendengar pernyataan tersebut, Berlliana kemudian bertanya mengenai alasan di balik suasana hati Amat. "Kenapa?” tanya Berlliana.
Amat lantas menjawab, “Karena belum diemutin sama kakak.”
Ucapan itulah yang kemudian dipersoalkan Berlliana. Dia merasa perkataan Amat tidak pantas dan membuat dirinya tidak dihargai sebagai perempuan. Berlliana pun mengungkapkan keberatannya secara terbuka melalui unggahan Instagram.
“Gue mau ketemu sama orang ini! Bukan gue marah tanpa alasan, tapi karena gue sangat ngerasa tidak dihargai sebagai perempuan. Dan buat lo yang gak tahu siapa namanya, gue mau lo jelasin dan minta maaf. Gue tunggu itikad baik lo ya,” tulis Berlliana.
Melalui pernyataan tersebut, Berlliana menegaskan ingin mendapatkan penjelasan atas ucapan yang dilontarkan saat siaran langsung. Dia juga meminta Amat menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Di tengah kekecewaannya, Berlliana turut menyampaikan pesan kepada orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa. Dia meminta para korban pelecehan seksual untuk tidak takut berbicara atau speak up.
Menurut Berlliana, mengungkapkan pengalaman pelecehan bukanlah aib dan bukan pula tindakan berlebihan. Dia juga mengingatkan agar tindakan yang melecehkan tidak dianggap sebagai candaan.
“Buat teman-teman yang pernah ngalamin hal yang sama, jangan tunda untuk speak up. Speak up untuk pelecehan bukan aib, bukan berlebihan,” ujar Berlliana.
Dia melanjutkan, “Tidak ada bercanda yang melecehkan. Dan jangan buat pelecehan dianggap bercandaan.”
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa Berlliana ingin orang-orang yang mengalami kejadian serupa berani menyuarakan keberatan mereka. Dia juga menyoroti pentingnya menghentikan anggapan bahwa ucapan yang melecehkan dapat dibenarkan hanya karena disampaikan dengan dalih bercanda.
Bagi Berlliana, setiap orang berhak merasa aman dan dihormati ketika berinteraksi, termasuk saat melakukan siaran langsung di media sosial.
Persoalan ini tidak berhenti pada pernyataan Berlliana di media sosial. Dia kemudian mengumumkan telah menunjuk Nanda Persada beserta tim sebagai kuasa hukum untuk menangani dugaan pelecehan yang dialaminya.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui Instagram, Berlliana menegaskan keputusannya untuk menempuh jalur hukum dan menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada pihak berwenang.
“Malam semua. Saya telah menunjuk Mas Nanda Persada beserta tim sebagai kuasa hukum saya terkait dugaan pelecehan yang saya alami. Apabila memang memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini, silakan menghubungi kuasa hukum saya,” tulis Berlliana.
Dia kemudian menegaskan pilihannya untuk membiarkan proses hukum berjalan agar kebenaran dapat terungkap.
“Saya memilih menempuh jalur hukum dan menyerahkan persoalan ini kepada pihak yang berwenang. Biarkan proses hukum berjalan dan kebenaran terungkap,” sambungnya.
Berlliana juga menegaskan bahwa dirinya memiliki hak untuk memperoleh perlindungan hukum dan memperjuangkan keadilan atas pengalaman yang dialaminya.
“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan memperjuangkan keadilan atas apa yang saya alami. Terima kasih. Berlliana Lovell,” tuturnya.
Dengan menunjuk Nanda Persada sebagai kuasa hukum, Berlliana meminta pihak yang bersangkutan menghubungi tim hukumnya apabila ingin menyelesaikan persoalan tersebut. Dia memilih menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak berwenang.
Kini, Berlliana tidak hanya menyuarakan keberatannya atas ucapan yang dianggap merendahkan dirinya, tetapi juga mendorong korban lain agar berani berbicara.
Sementara itu, dugaan pelecehan yang disampaikannya perlu ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar duduk perkara tersebut dapat terungkap secara jelas.
Editor: Muhammad Sukardi