Kronologi Lengkap Kontroversi Ha Young hingga Minta Maaf gegara Leluhur Pro-Jepang!
Yang menjadi persoalan, nama Ahn Sang-ho disebut tercantum sebagai anggota dewan atau penasihat (pyeonguiwon) organisasi tersebut pada 1916.
Catatan lain yang kembali disorot berasal dari Maeil Shinbo, surat kabar yang menjadi corong pemerintahan kolonial Jepang. Dalam pemberitaan pada masa itu, kehidupan keluarga Ahn Sang-ho disebut sebagai contoh keluarga yang telah mengikuti pola kehidupan Jepang atau kebijakan asimilasi Jepang.
Sejumlah laporan juga menyoroti pernyataan Ahn Sang-ho mengenai kehidupan keluarganya yang banyak berinteraksi dengan orang Jepang. Dari sinilah kontroversi Ha Young mulai membesar.
Ketika tudingan tersebut mulai ramai, perhatian publik beralih kepada agensi Ha Young, Bisters Entertainment.
Pada 10 Agustus 2026, pihak agensi mengakui bahwa Ahn Sang-ho memang merupakan kakek buyut Ha Young. Namun, agensi saat itu membantah tudingan mengenai aktivitas pro-Jepang.