Mencicipi Babongko, Jajanan Tradisional Khas Kutai Mirip Bubur Sumsum

Vien Dimyati ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 22:36 WIB
Mencicipi Babongko, Jajanan Tradisional Khas Kutai Mirip Bubur Sumsum

Mencicipi lezatnya babongko. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kuliner yang satu ini merupakan jajanan khas Kutai Kartanegara. Rasanya gurih mirip bubur sumsum. Hanya saja, kuliner yang memiliki nama babangko ini disajikan dengan daun pisang.

Babangko merupakan kue basah yang kerap dimakan sebagai menu sarapan. Terbuat dari tepung beras, diberi pewarna hijau dari perasan daun suji. Selain itu, babongko disajikan dalam bungkus daun pisang berbentuk piramida.

Kali ini jika tertarik ingin mencicipi babongko, Anda bisa membuat sendiri di rumah. Ingin tahu resep lengkap dan cara membuatnya? Berikut ulasannya seperti dikutip melalui Instagram @cakedankue, Jumat (24/1/2020).

Bahan:

350 ml jus pandan

350 ml air panas

240 gr tepung beras

1/2 sdm garam

1 sdm gula pasir

200 gr gula merah, sisir halus

250 ml santan kekentalan sedang, yang sudah dimasak hingga mendidih, beri sedikit garam

Daun pisang yang sudah dijemur atau dipanaskan

Lidi/tusuk gigi

Cetakan yang dibuat dari kardus berbentuk segitiga

Cara Membuat:

  1. Siapkan mangkok besar, masukkan tepung beras, lalu tuangkan air panas, aduk cepat, lanjutkan tuang air jus pandan, aduk hingga rata.
  2. Tuangkan adonan ke dalam mangkuk kembali, tambahkan garam, gula pasir aduk rata.
  3. Ambil dua lembar daun pisang, lalu letakkan cetakan di atasnya, lipat daun sesuai besar cetakan, lalu keluarkan.
  4. Masukkan satu sdm gula merah, lalu tuangkan dua sendok sayur adonan, beri satu sendok sayur lagi santan, tutup daun, sematkan lidi.
  5. Lakukan hingga adonan habis.
  6. Kukus selama 30-35 menit.
  7. Setelah matang, angkat, babongko siap di sajikan.

Catatan:

  1. Membuat cetakan, gunakan kertas karton yang tebal, bentuk segitiga berdiri.
  2. Sesuaikan keinginan besarnya, lalu beri lem esolasi, agar segitiganya berbentuk rata, ini gunanya agar saat melipat daun lebih rata semua, dan lebih mudah melipat serta memasukkan bahan.

Editor : Tuty Ocktaviany