Mengenal Cufflink, Aksesori Mungil nan Mewah yang Terinspirasi dari Era Victoria
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak cara untuk membuat penampilan formal seorang pria menjadi terlihat lebih berkharisma dan elegan. Salah satu caranya yakni dengan mengenakan aksesori tambahan.
Misalnya saja, memakai cufflink. Apa itu?
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin masih belum terlalu familiar dengan aksesori berbentuk mungil pengganti kancing ini. Menurut sejarahnya, cufflink pertama kali dikenakan oleh orang-orang Eropa pada abad 17 silam.
Kala itu, cufflink didesain menggunakan material kuningan yang berfungsi untuk mengencangkan manset pada kemeja pria. Namun, seiring berkembangnya zaman, desain cufflink mengalami transformasi signifikan hingga menjadi
salah satu fashion item yang prestisius.
Hal inilah yang akhirnya membuat jenama lokal Kaye Brothers Tailor tergerak untuk merilis koleksi cufflink premium bertajuk The Grand Design. Ini merupakan hasil kolaborasi mereka dengan Kimfook.

Abie Kurniawan selaku Founder Kaye Brothers Tailor menjelaskan, untuk kolaborasi eksklusif kali ini, pihaknya sengaja menilik kembali arsip-arsip klasik sebagai inspirasi utama. Pada koleksinya ini, dia juga memberikan sentuhan inovatif dan modern agar desainnya tak lekang oleh waktu.
“Inspirasinya dari desain-desain era Victorian dan Edwardian. Lalu kami padukan dengan sentuhan modern sehingga tak hanya menghasilkan tampilan siluet klasik dan mewah, tetapi juga eksklusif,” kata Abie Kurniawan, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (5/10/2023).