Mengenang Roekiah Bintang Film Tercantik Pertama di Indonesia, Begini Kehidupannya Dulu
Bersama Tan’s Film, Roekiah sukses berperan dalam film Fatima, lagi-lagi bersama Rd Mochtar, pada 1938 dan mendapatkan pujian dari dunia film internasional. Dielu-elukan oleh berbagai surat kabar, Roekiah dan Rd Mochtar pun menjadi pasangan selebriti layar lebar pertama di Indonesia pada masa kolonial.
Saking besarnya Roekiah, Tan’s Film pun rela mengeluarkan uang banyak untuk menggaji Roekiah secara bulanan agar tak kehilangan bintangnya. Selain itu, perusahaan tersebut juga memberikan sebuah rumah pada Roekiah dan Kartolo di Tanah Rendah.

Setelah bermain di tujuh film, Roekiah pun direkrut oleh pemerintah kolonial Jepang yang mengambil alih Indonesia dari Belanda pada 1942. Menjadi artis di studio Nippon Eigasha, Roekiah pun dituntut untuk membuat film-film propaganda.
Salah satu film yang dia bintangi dari studio ini berjudul ‘Ke Seberang’ pada 1944. Tak hanya berperan dalam film propaganda, Roekiah juga diminta membuat lagu dan melakukan tur Jawa untuk menghibur tentara Jepang.
Sayangnya kondisi kesehatan Roekiah menurun karena sering dipaksa kerja. Pada Februari 1945, Roekiah jatuh sakit dan mengalami keguguran. Kejamnya para tentara Jepang tak memperbolehkan Roekiah untuk istirahat dan memaksa dia untuk tetap tur ke Surabaya.