Mengenang Titi Qadarsih, Artis Nyentrik dan Multitalenta
Belum puas dengan dunia tari dan model, Titi pun merambah ke film. Debut filmnya adalah Hantjurnya Petualang yang dirilis pada 1966. Dia sempat masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia untuk kategori Aktris Pembantu pada 1982 di film Jangan Ambil Nyawaku.
Karier film wanita kelahiran Pare, Kediri ini ternyata berlangsung panjang. Pada 2000-an, dia masih dipercaya untuk membintangi beberapa film yang rata-rata film horor. Film terakhirnya adalah Main Dukun yang dirilis pada 2014.
Selain berperan di layar lebar, Titi juga sering bekerja menjadi dubber untuk beberapa film. Kabarnya film Christine Hakim berjudul Cinta Pertama, suaranya diisi oleh Titi Qadarsih. Karakter suara Christine Hakim yang berat dianggap kurang sesuai dengan perannya, sehingga diisi oleh ibunda Indra Qadarsih. Titi disebut sebagai dubber dengan bayaran termahal saat itu.
Memiliki suara bagus dan unik mengantarkan dirinya ke dunia tarik suara. Titi telah merilis beberapa album dan salah satu singlenya yang terkenal adalah Ku Tebus Cintamu. Dia juga berkolaborasi dengan Gombloh di lagu Apel.
Bakat seni ini pun menurun ke putra sulungnya, Indra yang membentuk band Slank, serta BIP. Titi sempat berhenti berkarier ketika Indra terkena narkoba, sehingga dia memfokuskan untuk penyembuhan anaknya.
Selamat jalan Titi Qadarsih, karyamu akan selalu dikenang.
Editor: Adhityo Fajar