Modest Fashion ISEF 2020 Usung Busana Berkelanjutan, Sandiaga Uno: Beri Ruang untuk Produk Lokal

Rizqa Leony Putri · Jumat, 30 Oktober 2020 - 23:53 WIB
Modest Fashion ISEF 2020 Usung Busana Berkelanjutan, Sandiaga Uno: Beri Ruang untuk Produk Lokal

Model meriahkan ajang Modest Fashion ISEF 2020. (Foto: iNews.id/Rizqa Leony)

JAKARTA, iNews.id - Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020 sukses digelar hari ini, Jumat (30/10/2020). Perhelatan ini mengusung konsep sustainable fashion seperti tahun sebelumnya, namun kali ini bertajuk ‘Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle’.

Gelaran fashion show ini digadang-gadang sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian terhadap fashion etis dan berkelanjutan yang tengah menjadi perhatian global. Tema ‘Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle’ sendiri diangkat sebagai suatu gerakan dan pesan yang kuat dalam penyelenggaraan Modest Fashion ISEF 2020.

Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) mempersembahkan Modest Fashion ISEF 2020. Pasalnya saat ini fashion Muslim yang etis dan berkelanjutan mendukung Indonesia menjadi pusat industri halal global.

Adapun Modest Fashion ISEF 2020 pada 28-31 Oktober 2020 sebagai rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Dalam acara ini, turut hadir pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno beserta sang istri, Nur Asia.

"Puji syukur ya karena di tengah pandemi ini, ISEF masih bisa mengadakan acara fashion show, di mana ini cukup membantu pelaku usaha yang ada di Indonesia," ujar Sandi dalam acara Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020, Jumat (30/10/2020).

Seperti diketahui, konsep sustainable fashion menjadi perhatian penting bagi 164 desainer/brand fashion Muslim Indonesia dalam membuat koleksi busana. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 720 look yang ditampilkan dalam acara Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020.

"Yang diharapkan dari konsep sustainable bukan hanya berkelanjutan, tapi juga bisa saling mendukung berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung jalannya perekonomian," kata Sandi.

Konsep sustainable fashion bukan sebatas produk fashion. Namun terkait dengan sustainable lifestyle, yaitu gaya hidup berkelanjutan yang mengacu pada tiga prinsip dasar sustainable, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Fesyen etis dan berkelanjutan memperhatikan seluruh rantai pasokan dan siklus garmen, meliputi sumber, proses produksi, hingga etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan limbah lingkungan.

"Indonesia merupakan konsumen busana Muslim terbesar ketiga di dunia. Sayangnya ini banyak yang impor. Padahal merek fashion lokal kita di Instagram sudah eksis, tinggal bagaimana kita memberikan ruang bagi mereka, sehingga mereka juga bisa membuka lapangan kerja," ujar Sandi.

Pada sesi pembuka turut ditampilkan koleksi milik My Daily Hijab, ALULA by Aulia Hijri dan sunglasses by wd eyewear, Astri Lestari, Risa Maharani, Jenna & Kaia, Rosie Rahmadi, Get-A by Cut Putri Kausaria X Rorokenes by Syanaz Nadya, QNANZ by Lia Dahlia, Haitwo by Temmi Wahyuni, SHAJNA by Lania Rakhmawati, Iqleem, Eienno by Winarni Widjaja, dan La Linda Boutique Linda Purnama.

Kemudian dari sesi kedua Virtual Fashion Show menghadirkan parade karya dari ADHY|ALIE Supported by KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan, Deeje by Dewi Deeje, Roemah Djoempoetan Srihadi, Aninda Nazmi, House of Distraw by Dini Wiradisastra, RAEGITAZORO, Muthis collections by Midio Sri Dewi, Hannie Hananto, BOLDSESSION by erikaardianto dan accessories by arrajewelry, Pokant Takaq by Novi, dan SANTOON by Pricilla Margie.

Editor : Tuty Ocktaviany

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua