Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pihak Sarwendah Klaim Punya Bukti Penyakit 'Tiga Huruf' Ruben Onsu, Bakal Dibawa ke Persidangan!
Advertisement . Scroll to see content

Nafkah Anak Capai Rp263 Juta per Bulan, Ruben Onsu Minta Audit: Itu Hak Anak!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:33:00 WIB
Nafkah Anak Capai Rp263 Juta per Bulan, Ruben Onsu Minta Audit: Itu Hak Anak!
Ruben Onsu meminta penggunaan nafkah anak yang disebut mencapai Rp200 juta hingga Rp263 juta per bulan diaudit secara transparan. (Foto: Dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pihak Ruben Onsu meminta penggunaan nafkah anak yang disebut mencapai Rp200 juta hingga Rp263 juta per bulan diaudit secara transparan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menilai rincian pengeluaran tersebut perlu diketahui agar jelas berapa biaya yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan anak.

Minola mengatakan permintaan audit bukan karena Ruben Onsu keberatan memberikan nafkah. Menurut dia, Ruben justru ingin memastikan uang yang diberikan setiap bulan digunakan sesuai peruntukannya, terlebih nominal yang dikeluarkan terbilang besar.

"Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya 200 juta sampai 263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit. Oleh karena itu wajar kalau kemudian Ruben minta perincian, agar kita tahu fix biaya anak-anak itu berapa sih per bulan?" ujar Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Minola menilai persoalan tersebut bukan sekadar mengenai besar kecilnya nafkah. Dia menekankan uang pemeliharaan dan nafkah yang diberikan ayah merupakan hak anak sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Uang pemeliharaan, uang nafkah itu kan hak anak. Bukan hak mantan. Karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya. Sehingga anaknya telantar atau dipergunakan tidak seluruhnya untuk kepentingan anak. Inilah yang dari beberapa waktu lalu kami sampaikan," ujar Minola.

Menurut Minola, pihak Ruben selama ini mempertanyakan rincian penggunaan uang tersebut. Jika rincian tidak diberikan, pihaknya membuka kemungkinan meminta audit melalui proses hukum agar penggunaan nafkah dapat diketahui secara jelas.

"Ketika enggak diberikan (rinciannya), wajar dong kalau misalnya kemudian kita akan menggunakan audit agar pengeluaran itu bisa transparan. Seorang ibu yang mendapatkan hak asuh anak, ketika dia tidak bisa bertanggung jawab atas setiap rupiah yang diberikan ayahnya, ini juga merupakan salah satu bukti bahwa dia tidak amanah," kata Minola.

Minola juga membantah anggapan bahwa Ruben tidak mampu memenuhi kewajiban nafkah anak. Dia menyebut persoalan yang dipermasalahkan bukan mengenai kemampuan Ruben dalam membayar, melainkan pertanggungjawaban atas uang yang telah diberikan.

"Jangan bicara kesanggupan. Ruben sanggup. Tapi sanggup enggak dia (pihak Sarwendah) mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang diberikan Ruben melalui dia untuk kepentingan anaknya?" ujar Minola.

Dia menegaskan pihak Ruben tetap memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Namun, transparansi dinilai penting agar tidak terjadi persoalan mengenai penggunaan nafkah di kemudian hari.

"Jadi yang kami persoalkan bukan Ruben mampu atau tidak mampu. Ruben sanggup. Yang kami minta adalah pertanggungjawaban penggunaan uang tersebut untuk kepentingan anak," kata Minola.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut