Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Norma Zahara Dipecat dari RSUD dr Soekardjo usai Hina Pasien BPJS Miskin Harta? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Nakes Hilda yang Komentar Ruang Jenazah Selalu Kosong ke Pasien BPJS Akhirnya Minta Maaf

Kamis, 06 Agustus 2026 - 10:13:00 WIB
Nakes Hilda yang Komentar Ruang Jenazah Selalu Kosong ke Pasien BPJS Akhirnya Minta Maaf
Nakes Hilda minta maaf usai komentar jahat ke pasien BPJS. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Permintaan maaf dari tenaga kesehatan (nakes) yang terseret polemik komentar terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan terus bertambah. Kali ini dari Hilda Clarissa Theophilus, nakes RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hilda Clarissa Theophilus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya viral dan menuai kecaman publik. Dia pun mengaku siap menerima hujatan atas apa yang dilakukannya.

Nakes Hilda menjadi sorotan usai dirinya terciduk ikut mengomentari unggahan Yurizal yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit. Hilda mengatakan, "Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong." 

Ucapan tersebut memicu kemarahan warganet karena dinilai tidak memiliki empati kepada pasien. Hingga akhirnya Hilda meminta maaf secara terbuka melalui media sosial. 

Permintaan Maaf Hilda usai Komentar Jahat ke Pasien BPJS Kesehatan

Melalui video yang diunggah di akun Threads pribadinya, Hilda mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.

"Saya sadar tindakan saya tersebut sepenuhnya salah dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang tenaga kesehatan," ujar Hilda, dikutip Kamis (6/8/2026).

Dia mengaku komentarnya merupakan tindakan yang tidak bijaksana dan tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dipegang oleh seorang tenaga kesehatan.

Dalam video tersebut, Hilda juga menyampaikan penyesalan mendalam serta meminta maaf kepada masyarakat, keluarga pasien, pimpinan rumah sakit, rekan sejawat, hingga seluruh pihak yang terdampak akibat polemik tersebut.

Permintaan maaf itu diharapkan menjadi langkah awal untuk meredakan kegaduhan yang selama beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.

RSUD Umbu Rara Meha Ambil Langkah Internal

Menyusul viralnya kasus tersebut, manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu turut mengeluarkan pernyataan resmi.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa komentar yang beredar di media sosial merupakan pendapat pribadi Hilda dan sama sekali tidak mewakili sikap maupun kebijakan resmi rumah sakit.

Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Selain itu, rumah sakit memastikan telah mengambil langkah penanganan internal sesuai ketentuan yang berlaku karena tindakan tersebut dinilai melanggar kode etik yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

Dalam keterangannya, RSUD Umbu Rara Meha menyatakan seluruh kritik dan masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kepada pasien.

Hilda menjadi salah satu dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang telah menyampaikan permintaan maaf setelah kasus Yurizal viral.

Sebelumnya, dr Benny Christian Sihombing, dr Elda Putri Rahardini, dan tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika pun Norma Zahara juga telah mengakui kesalahan serta meminta maaf secara terbuka atas komentar mereka di media sosial.

Kasus ini bermula ketika Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhan di Threads pada 22 Juli 2026. Dia mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Unggahan tersebut kemudian dibalas berbagai komentar bernada sinis dari sejumlah akun yang diduga milik dokter maupun tenaga kesehatan. Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyebut meninggalnya Yurizal berkaitan dengan lamanya menunggu kamar rawat inap, komentar-komentar yang viral tersebut memicu kecaman luas dan menjadi sorotan mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut