Nunung Tolak Pakai Paranormal Hadapi Teror Mistis di Warung, Pilih Berdoa
Di tengah kondisi tersebut, Nunung juga tetap memperhatikan makanan yang dijual di warungnya. Dia mengaku tidak mau menyimpan makanan yang masih utuh untuk dijual kembali keesokan harinya.
Makanan yang masih layak konsumsi justru dibagikan kepada warga sekitar. Nunung meminta karyawannya mengemas makanan tersebut untuk diberikan kepada sopir becak, tukang parkir, dan masyarakat yang membutuhkan.
"Aku kan paling nggak mau kalau masih utuh makanan itu disimpan untuk dijual besok, paling nggak mau. Mending kamu bungkus bikin kardus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir," kata Nunung.
Nunung juga mengingatkan para karyawannya untuk mengawali aktivitas di warung dengan berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum mulai bekerja.
Bagi Nunung, doa menjadi pilihan yang dia pegang untuk menghadapi persoalan di tengah bisnis kulinernya, termasuk ketika muncul dugaan adanya gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.