Pandemi Corona Bakal Pengaruhi Tren Fashion ke Depan, Ini Kata Ali Charisma

Siska Permata Sari ยท Senin, 20 Juli 2020 - 11:20 WIB
Pandemi Corona Bakal Pengaruhi Tren Fashion ke Depan, Ini Kata Ali Charisma

Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma bersama model yang mengenakan karyanya. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona baru (Covid-19) memengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali industri fashion. Selain segi ekonomi, Covid-19 juga memengaruhi tren fashion itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan desainer Ali Charisma, Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), sebuah organisasi yang menaungi banyak desainer Tahah Air.

“Tren ke depan, pastinya situasi Covid akan memengaruhi sekali. Orang akan mulai banyak yang sadar dengan alam dan lingkungan sekitar. Banyak hal yang membuat lebih wise, bijaksana, sehingga orang lebih peduli dan akan mengubah mindset serta lifestyle,” tutur Ali Charisma ketika dihubungi iNews.id, belum lama ini.

Dia memperkirakan, orang-orang nantinya tak hanya beralih ke sustainable fashion, tetapi juga lifestyle. Hal ini muncul karena kepedulian yang tumbuh tentang alam, serta lingkungan sekitar.

“Jadi lebih ke simpel, lebih sederhana, dan tak terlalu banyak warna juga. Kemudian cutting-an lebih sederhana, karena kena pengaruh hal-hal ini,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, dengan tren seperti itu, pembeli akan mengedepankan kualitas produk yang dibelinya. “Kalau mengarah ke situ, mereka akan mengedepankan kualitas karena ingin barangnya awet dan tidak menganut mass production atau fast fashion, lebih berkurang lah itu,” ucap dia.

Selama pandemi, dia juga melihat sebagian masyarakat Indonesia yang terbiasa membeli produk fashion dari luar negeri, mulai beralih ke dalam negeri. Mulai dari membeli di UKM, atau pesan ke desainer lokal. Hal tersebut mengingat sulitnya barang dari luar masuk ke Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

“Setelah pandemi pun saya pikir mereka akan lanjut ke kebiasaan tersebut. Selain mereka jadi lebih paham, mereka jadi terbiasa meneruskan kebiasaan mereka. Itu yang kami harapkan terjadi,” kata desainer yang berbasis di Bali ini.

Editor : Tuty Ocktaviany