Peluang Karier Masa Depan, Profesi Hairdresser Terus Meningkat
"Kita lihat data survei Kantar tahun 2016, sekitar 69 persen perempuan di Indonesia, rutin mengunjungi salon rata-rata itu tiga sampai lima kali setahun," ungkap General Manager Professional Product Division PT L'Oreal Indonesia Michael Justisoesetya, ditemui iNews.id dalam acara “Beauty For a Better Life (BFBL)”, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017).
Kemudian di Indonesia sendiri, terdapat kurang lebih 101.000 salon. "Nilai pasar mereka sebesar Rp11,6 triliun di tahun 2016. Ke depan, diperkirakan banyak lagi salon yang dibuka dan ini opportunity-nya besar," papar dia.
Peluang menjadi hairdresser ke depan bukan hanya jadi isapan jempol belaka. Untuk mencetak profesional di bidang tersebut, sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah membuka jurusan Tata Kecantikan Rambut.
"Saya di SMK 27 Jakarta di jurusan Tata Kecantikan Rambut, sekarang sudah kelas 11. Dan di kelas saya diajari creambath, gunting rambut, coloring," ungkap Erna, salah satu siswa SMK yang datang ke acara BFBL tersebut.
Sementara itu, BFBL sendiri merupakan sebuah program CSR dari L'Oreal Indonesia sejak 2014 yang berupa kursus tata rambut cuma-cuma dan melibatkan masyarakat yang berasal dari kalangan kurang mampu. Nantinya, para peserta yang dilatih mendapatkan kurikulum internasional tentang tata rambut.
Editor: Tuty Ocktaviany