Perjalanan Karier Bing Slamet, dari Bermusik hingga Main di Film Terakhirnya

Leonardus Selwyn ยท Sabtu, 31 Juli 2021 - 22:53:00 WIB
Perjalanan Karier Bing Slamet, dari Bermusik hingga Main di Film Terakhirnya
Bing Slamet bersama Benyamin S. (Foto: IG Bangkicuy)

JAKARTA, iNews.id - Sosok Bing Slamet tentu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Pria bernama asli Ahmad Syech Albar tersebut lahir di Cilegon, Banten pada 27 September 1974 merupakan musisi sekaligus maestro lawak di Indonesia. Kiprah Bing Slamet pada era 1950 hingga 1970-an ini sangat beragam, mulai dari mendirikan grup musik Eka Sapta, hingga bermain film. 

Ketika muda sosok Bing Slamet memang sudah menarik perhatian masyarakat akan kemampuannya. Pada 1939 saat dirinya masih berusia 12 tahun, Bing telah ikut mendukung Orkes Terang Bulan yang dipimpin Husin Kasimun. Bakat seninya yang luar biasa mulai terlihat dan terbukti, setahun menjelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Bing ikut bergabung dengan kelompok teater Pantja Warna. 

Bakat Bing di dunia musik dan lawak semakin terasah. Pada 1949, untuk pertama kali suara baritone Bing Slamet menghiasi soundtrack film Menanti Kasih yang dibesut Mohammad Said dengan bintang A. Hamid Arief dan Nila Djuwita. 

Terhitung sudah ada 20 filmografi yang Bing Slamet mainkan sejak 1952 hingga 1974. Adapun film pertama Bing berjudul Solo di Waktu Malam yang diproduksi oleh Borobudur Film pada 1952. Tiga tahun setelahnya Bing dibanjiri tawaran bermain film selama 3 tahun berturut turut dengan judul ‘Di Simpang Jalan’ (1955), ‘Melati Sendja’ (1956), ‘Pilihlah Aku’ (1956), ‘Radja Karet dari Singapura’ (1956), ‘Hari Libur’ (1957) dan ‘Tiga Buronan’ (1957). 

Sejak saat itu karier Bing sebagai aktor terus bersinar hingga ia memerankan film berjudul Bing Slamet Koboi Cengeng besutan Safari Sinar Sakti Film pada 1974 yang dibintangi oleh Ateng dan Iskak. Bing Slamet meninggal di Jakarta pada 17 Desember 1974 karena penyakit liver yang deritanya.  

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel: