Sosok Bing Slamet, Sukses Pukau Masyarakat Lewat Grup Musik Eka Sapta

Leonardus Selwyn ยท Sabtu, 31 Juli 2021 - 17:00:00 WIB
Sosok Bing Slamet, Sukses Pukau Masyarakat Lewat Grup Musik Eka Sapta
Bing Slamet, pelawak legendaris era 1960-an. (Foto: IG)

JAKARTA, iNews.id - Nama Bing Slamet tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pria yang terkenal pada era 1960 dan 1970-an ini populer karena kemampuan lawak dan karya seninya yang luar biasa. Pria bernama asli Achmad Syech Albar ini lahir di Cilegon, 27 September 1927. 

Sejak kecil jiwa seni Bing sudah tumbuh, pada 1960-an Bing mendirikan grup musik bernama Eka Sapta yang memiliki spesialisasi instrumental pop asal Jakarta. Grup musik Eka Sapta ini memiliki sejumlah personel yakni Bing Slamet (bongo, konga), Ireng Maulana (gitar), Idris Sardi (bass dan biola), Itje Kumaunang (gitar), Benny Mustapha (drum), Darmono (vibraphone), dan Kamid (konga). 

Merangkum dari berbagai sumber, Eka Sapta tampil untuk pertama kalinya dalam acara di Bandara Kemayoran dan bertugas mendampingi grup musik Arulan yang beraliran melayu. Ternyata penampilan Bing dan timnya, berhasil membuat kagum masyarakat. Tak hanya karena pernampilan personelnya saja yang keren, namun lagu yang dimiliki Eka Sapta pun beragam. 

Sebagaimana diketahui, Eka Sapta merupakan salah satu grup yang memiliki aliran musik sangat beragam. Sejumlah aliran musik seperti pop, rock, roll, cha-cha, jazz, keroncong, hingga orkes melayu mampu dilibas dengan sempurna oleh Eka Sapta.  

Keberhasilan Bing dan kawan-kawan di dunia musik, membuat Eka Sapta semakin melejit dan kerap kali mengiringi sejumlah artis ternama dan penyanyi seperti Rima Melati, Suzanna, Vivi Sumanti, Lilis Suryani, Yanti Bersaudara, hingga Elly Kasim. Karier Eka Sapta semakin meluas hingga meluncurkan sejumlah tembang top di antaranya berjudul ‘Putih-Putih Simelati’, ‘Modjang Priangan’, ‘Burung Kutjitja’, ‘Suling Bambu’ dan Tirtonadi. 

Eka Sapta sempat mengeluarkan album dalam bentuk piringan hitam yang sangat legendaris. Salah satu piringan hitam yang terkenal berjudul ‘Varia Malam Eka Sapta’ yang diproduksi Bali Records. Piringan hitam tersebut berisi sepuluh lagu, di antaranya ‘Semalam di Kuala Lumpur’ dinyanyikan Tetty Kadi ‘Kau Pergi Tanpa Pesan’ (Elly M Harris), dan ‘Bunga Nirwana’ (Munif). Selain itu Eka Sapta juga masih merilis banyak album lainnya yang berhasil meledak di pasaran musik Indonesia. 

Seiring berjalannya waktu Eka Sapta mulai mengalami permasalahan karena personelnya mulai sibuk dengan urusan masing-masing. Sejumlah personelnya seperti Benny Mustapha, Ireng Maulana, dan Idris Sardi sibuk dalam kegiatan di luar musik. Akhirnya beberapa personel baru pun masuk untuk mengisi kekosongan Eka Sapta. 

Kegemilangan Eka Sapta di dunia musik mulai goyah saat satu per satu anggota meninggal dunia. Dampak paling berasa diawali saat sang inspirator, Bing Slamet meninggal dunia pada 17 Desember 1974 disusul dengan Eddy Tulis. Lima tahun setelahnya, Amin Widjaja juga tutup usia pada Agustus 1979.  

Waktu itu sejumlah personel dan mantan personel Eka Sapta mulai berkarier masing-masing di dunia musik. Ireng Maulana dan Benny Mustapha membentuk kelompok Jazz bernama Ireng Maulana All Star. Sementara Jopie Item membentuk grup jazz rock, Jopi Item Combo. Idris Sardi sebagai penata musik film yang berkali-kali menyabet Piala Citra. Alhasil secara resmi, grup musik Eka Sapta tidak pernah membubarkan diri. 

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel: