Prestasi Siswa Home Schooling Tidak Kalah dari Konvensional

Diaz Abraham ยท Jumat, 06 Maret 2020 - 18:40 WIB
Prestasi Siswa Home Schooling Tidak Kalah dari Konvensional

Prestasi siswa home schooling tidak kalah dari konvensional. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Home schooling adalah alternatif menarik untuk sebuah proses belajar dan mengajar. Home schooling memberi ruang untuk individu belajar sesuai dengan waktu, minat, dan keterbatasan infrastruktur seperti sekolah atau guru.

Namun, sering kali home schooling hanya dijadikan ajang mencari ijazah semata. Nyatanya, pelaku-pelaku home schooling bisa berprestasi sama seperti siswa yang menempuh dipendidikan konvensional.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa orang sukses yang hadir dalam acara talkshow pada Sabtu (7/3/2020), di M Bloc dengan tema ‘Cerita Home Schooling’ yang diadakan oleh aplikasi pendidikan berbasis digital bernama Klassku. Pada kesempatan tersebut, tiga narasumber akan hadir yakni Yudhistira, Gowo Samiaji, dan Asep Wildan.

Yudhis -sapaan akrab Yudhistira- tak pernah menempuh jalur formal, karena hanya belajar secara home schooling. Asep merupakan anak yang mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keduanya mengikuti kejar paket A B dan C, sekarang terdaftar menjadi mahasiswa di FEB UI dan Politeknik Negeri Jakarta.

Melihat keberhasilan mereka, Klassku menganggap bahwa tidak ada alasan bagi seorang siswa untuk berprestasi. Mereka bertekat untuk terus memberikan pendidikan pada seluruh anak di Indonesia.

Kelassku siap memberi akses dan kemudahan pendidikan kepada setiap masyarakat Indonesia, untuk memperoleh kesetaran pendidikan dan kesempatan untuk kehidupan lebih baik, khususnya bagi mereka yang tinggal dipelosok. Diharapkan mereka mampu bersaing dengan teman-temannya di kota-kota besar.

Semua materi pelajaran dari Kelassku telah tersaji dalam bentuk video menarik, singkat, dan padat, serta ditunjang dengan guru yang berprestasi. Saat ini Klassku bisa diunduh di play store dan tersedia untuk siswa SD sampai SMA.

Klassku dapat digunakan secara offline tanpa menggunakan fasilitas internet, sehingga sangat menolong untuk daerah-daerah yang fasilitas internetnya masih minim dan tidak memberatkan secara biaya. (Adv)

Editor : Tuty Ocktaviany